Foto Tato Tersebar Mantan Bos Yakuza Jepang Ditangkap

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 11 Jan 2018 18:56 WIB
jepangyakuza
Foto Tato Tersebar Mantan Bos Yakuza Jepang Ditangkap
Mantan bos Yakuza Jepang ditangkap di Thailand. (Foto: AFP/Royal Thai Police).

Bangkok: Mantan bos penjahat Jepang ditangkap di Thailand karena tato Yakuza miliknya telah menyebar. Shigeharu Shirai ditangkap setelah 14 tahun kabur dari negaranya.
 
Dalam pelariannya tersebut, pria 72 tahun itu ditangkap tim SWAT di pasar tengah kota Thailand yang sepi, Lopburi. Saat ditangkap, Shigeharu tengah berbelanja.
 
Otoritas Jepang mengumumkan pria itu telah melakukan kejahatan keji di Jepang pada 2003 silam. Setelah itu, dia melarikan diri ke Thailand, menikahi wanita lokal dan hidup dalam pelariannya.
 
Masa pelariannya yang damai berubah setelah seorang warga Negeri Gajah Putih memajang beberapa fotonya memainkan permainan draf bersama dengan temannya. Foto itu juga sangat jelas menunjukkan tato yakuza dan jari kelingking Shigeharu yang hilang.
 
Para yakuza memang seringkali memotong ujung jari mereka untuk menebus pelanggaran yang mereka lakukan.
 
Dilansir dari laman AFP, Kamis 11 Januari 2018, foto-foto tersebut dibagikan lebih dari 10 ribu kali secara daring. Fotonya menarik perhatian polisi Jepang, yang kemudian meminta pihak berwenang Thailand untuk memindahkannya.
 
"Tersangka mengakui dia pemimpin sub-kelompok Yakuza Kodokai," ujar juru bicara polisi Thailand Jenderal Wirachai Songmetta.
 
Yakuza Kodokai berafiliasi dengan kelompok Yakuza terbesar Jepang, Yamaguchi-gumi.
 
Yakuza muncul dalam kekacauan pascaperang Jepang dan berubah menjadi organisasi kriminal dengan omzet multimiliar dolar. Kelompok ini terlibat dalam perjudian, narkoba, pelacuran, bahkan pembunuhan.
 
Shigeharu dituding menembak mati bos faksi saingan. Tujuh anggotanya ditangkap dan dipenjara selama 12 hingga 17 tahun.
 
"Tersangka belum mengaku melakukan pembunuhan, namun telah mengakui bahwa korban digunakan untuk menggertaknya," lanjut Wirachai.
 
Bos mafia ini sengaja menjadi masyarakat sipil rendahan di Thailand agar tidak mencolok. Namun, dia sudah beberapa kali menerima uang setiap tahunnya dari seorang Jepang yang berkunjung.
 
Shigeharu ditangkap otoritas Thailand dengan dalih tidak punya dokumen resmi saat masuk negara itu. Dia akan diekstradisi untuk menghadapi tuntutan di Jepang pada Jumat besok.
 
Sekitar lebih dari 70 ribu warga Jepang tinggal di Thailand. Negeri Sakura memang merupakan investor terbesar di negara itu, sebagian besar dari mereka berinvestasi di sektor otomotif dan elektronik.



(FJR)