RI Intensifkan Kampanye Anggota Tidak Tetap DK PBB di 2018

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 09 Jan 2018 17:31 WIB
indonesia-pbb
RI Intensifkan Kampanye Anggota Tidak Tetap DK PBB di 2018
Menlu Retno Marsudi menegaskan akan memperkuat kampanye keanggotan Indonesia di DK PBB (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Jakarta: Indonesia akan mengintensifkan kampanye pencalonan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menuturkan harapannya agar semua negara mendukung keanggotaan Indonesia tersebut.
 
"Komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia telah terekam dengan baik. Indonesia menempati peringkat ke-9 dari 125 negara penyumbang pasukan perdamaian," katanya dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri, di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa 9 Januari 2018.
 
Retno menuturkan, masalah keanggotaan dalam Dewan Keamanan PBB bukan masalah besar atau kecilnya negara. "Semua negara memiliki hak yang sama," imbuhnya.
 
Meski demikian, perlu dipastikan seberapa jauh negara tersebut memiliki rekam jejak dan komitmen untuk berkontribusi bagi perdamaian dunia. Hal ini yang diangkat Indonesia dalam kampanye untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.
 
"Indonesia sangat menghargai dukungan yang diberikan oleh negara-negara sahabat, dan mengharapkan kiranya dukungan dapat diberikan oleh negara sahabat lain yang belum memberikannya," katanya.
 
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan jika Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020, maka semakin besar kesempatan untuk berkontribusi dalam menjaga keamanan dan stabilitas dunia.
 
"Apabila kita masuk, memberikan kesempatan dalam mengungkapkan pandangan dan ide terkait stabilitas keamanan global. Kita bisa mengambil langkah tertentu, dan kontribusi kita jadi lebih besar," ungkapnya.
 
Indonesia mengirimkan sebanyak 4.000 pasukan penjaga perdamaian PBB ke berbagai daerah konflik di dunia, terutama di Afrika. Selain itu, Indonesia juga membantu dalam penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar.
 
Dalam kesempatan itu, Indonesia merupakan negara pertama yang bisa masuk ke wilayah tersebut untuk memberikan bantuan kemanusiaan.
 
Film kampanye keanggotaan RI
 
Dukungan juga ditunjukkan oleh sutradara Indonesia yang berhasil di kancah perfilman Hollywood, Livi Zheng. 
 
 
Livi Zheng menyutradarai film kampanye untuk keanggotaan Indonesia di DK PBB. Film yang berjudul 'Indonesia: A True Partner for World Peace' ini akan digunakan untuk kampanye pemerintah RI di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, dan di perwakilan Indonesia di seluruh dunia.
 
Untuk pengambilan gambar film dilakukan Livi mulai dari New York City, Jakarta dan Sentul, Bogor. Di New York City, Livi melakukan pengambilan gambar bersama Perwakilan Tetap RI (PTRI) untuk PBB, Wakil Tetap RI, Duta Besar Dian Triansyah Djani dan tim PTRI di Markas Besar PBB dan di kantor PTRI.
 
Di Jakarta Livi syuting di Kementerian Luar Negeri untuk mengambil gambar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan gedung bersejarah Gedung Pancasila. Sedangkan di Sentul pihaknya syuting di Pusat Pemeliharaan Misi Perdamaian di Sentul bersama pasukan penjaga perdamaian TNI atau Kontingen Garuda TNI.
 
Dalam pengambilan gambar di Sentul, pasukan TNI yang dilibatkan cukup besar. Selain 850 orang personel dari Batalyon Mekanis TNI untuk misi perdamaian dan keamanan di Lebanon (UNIFIL/United Nations Interim Force in Lebanon) disertakan juga 309 personel Satuan Tugas Koordinasi Militer Sipil, dan Satuan Tugas Perlindungan atau 'Force Protection Company'. 
 
Kemudian dilibatkan pula, personel pendukung UNIFIL lainnya seperti Satuan Tugas Masyarakat Militer atau 'Military Community Outreach Unit', Satuan Tugas Polisi Militer dan Satuan Tugas Kesehatan (Indo Medic), serta Satuan Pendukung Markas Besar Pasukan atau 'Force Headquarters Support Unit'.
  
Terkait film yang digarapnya itu, Livi mengaku ingin membuat sebuah film kampanye untuk Indonesia yang sinematik menggambarkan pengalaman dan kekuatan Indonesia.



(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

1 day Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA