Rohingya akan Direpatriasi dalam Kurun Waktu Dua Tahun

Willy Haryono    •    Selasa, 16 Jan 2018 15:34 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Rohingya akan Direpatriasi dalam Kurun Waktu Dua Tahun
Pengungsi Rohingya berada di kamp Thankhali, Bangladesh, 12 Januari 2018. (Foto: AFP/MUNIR UZ ZAMAN)

Naypyidaw: Myanmar dan Bangladesh sepakat merepatriasi pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Rakhine dalam "kurun waktu dua tahun" ke depan. Hal ini disampaikan pemerintahan Bangladesh di Dhaka, Selasa 16 Januari 2018.

Menurut pernyataan resmi Bangladesh, perjanjian ini berisi pernyataan bahwa proses repatriasi "akan selesai dalam kurun waktu dua tahun sejak pengumuman dikeluarkan." 

Perjanjian berlaku bagi Rohingya yang melarikan diri dari dua peristiwa kekerasan di Rakhine sejak Oktober 2016. Perjanjian tidak berlaku bagi Rohingya yang sudah ada di Bangladesh sebelum 2016. 

"Dalam pertemuan selama dua hari ini, kami menyepakati bahwa para pengungsi harus mengisi sebuah formulir agar dapat pulang ke Myanmar," ujar Mohammad Sufiur Rahman, Duta Besar Bangladesh untuk Myanmar, kepada AFP

"Kami dapat memulai proses ini dalam beberapa hari ke depan," lanjut dia. 

Baca: PBB Adopsi Resolusi Hak Kewarganegaraan Rohingya

Kesepakatan ini merupakan lanjutan dari perjanjian kedua negara pada November, yang akan membuka jalan bagi Rohingya untuk pulang ke Myanmar. 

Myanmar mendapat banyak tekanan diplomatik untuk membuka akses bagi kepulangan ratusan ribu Rohingya dari Bangladesh.

Namun banyak pengungsi Rohingya enggan pulang ke Rakhine karena masih trauma atas operasi militer yang diklaim mereka melibatkan pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran.

 


(WIL)