Korut Dituduh Langgar Perjanjian Damai 1953 dengan Korsel

Sonya Michaella    •    Rabu, 22 Nov 2017 11:39 WIB
korsel-korut
Korut Dituduh Langgar Perjanjian Damai 1953 dengan Korsel
Cuplikan dari video penembakan tentara Korut di DMZ. (Foto: CNN)

Seoul: Korea Utara (Korut) dituduh melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Korea Selatan (Korsel), setelah insiden penembakan tentara Korut yang ingin membelot ke Selatan oleh kawannya sendiri, sesama tentara.

Dikutip dari CNN, Rabu 22 November 2017, muncul juga rekaman saat tentara tersebut ditembak secara membabi buta oleh rekannya sendiri saat sedang melintasi Zona Demiliterisasi (DMZ).

"Korut melanggar perjanjian damai yang mengakhiri Perang Korea 1953. Seharusnya mereka tidak boleh menembaki perbatasan," kata Direktur Urusan Publik Amerika Serikat di Korea Selatan, Chad Carroll.

Carroll menambahkan bahwa Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memiliki rekaman tersebut telah memberi notifikasi kepada Tentara Nasional Korut mengenai pelanggaran tersebut.

"Mereka sudah memberitahu tentara Korut lewat jalur komunikasi reguler dan meminta sebuah pertemuan digelar," ujarnya lagi.

Tentara Korut tersebut ditembak lima kali saat akan melintasi DMZ untuk membelot ke Seoul. Pihak Korsel mengatakan, ia membelot atas kemauannya sendiri.

Ia ditemukan terkapar di bawah setumpukan daun di sisi selatan Area Keamanan Gabungan.

Tentara Korsel-lah yang pertama kali menemukan dan menyelamatkannya sebelum sebuah helikopter dari PBB membawa tentara Korut tersebut ke rumah sakit Ajou.



(FJR)