Tingkatkan Visibilitas IORA, Seluruh Unsur Pemerintah Harus Padu

Fajar Nugraha    •    Rabu, 21 Sep 2016 17:54 WIB
iora
Tingkatkan Visibilitas IORA, Seluruh Unsur Pemerintah Harus Padu
Pemerintah harus padu meningkatkan visibilitas IORA (Foto: Dok.Kemenlu RI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Peran aktif Indonesia dalam The Indian Ocean Rim Association (IORA) dapat  memberikan kontribusi besar bagi seluruh negara anggota.
 
"Dukungan dan Peran Aktif Kementerian/Lembaga (K/L) penting untuk bersama-sama tingkatkan visibilitas IORA," ujar Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri, Desra Percaya dalam sambutan resminya pada sesi pembukaan Stakeholder Consultation Meeting dan Stocktaking Strategic Programs for IORA Action Plan dalam rangka persiapan the 16th IORA Council of Ministers (COM) and Its Related Meetings, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (21/9/2016).
 
Pertemuan membahas beberapa isu penting seperti identifikasi status perkembangan komitmen Indonesia di IORA, perkembangan pembahasan IORA Concord, serta identifikasi program strategis untuk IORA Action Plan. Pertemuan ini juga merupakan proses outreach mengingat IORA adalah forum kerja sama regional yang penting bagi Indonesia.
 
Turut memberikan pandangan terhadap IORA Concord adalah Utusan Khusus Presiden untuk Penetapan Batas Maritim RI-Malaysia, 
 
Selaku Ketua Ad hoc Committee Meeting untuk IORA Concord, Dr. Eddy Pratomo menyebutkan, IORA Concord diharapkan dapat menjadi legacy kepemimpinan Indonesia sebagai Ketua IORA. 
 
"Pemerintah perlu meningkatkan peran aktif dan kontribusi nyata bagi seluruh negara anggota," pungkasnya.
 
Direktur Kerja Sama Intrakawasan Asia Pasifik dan Afrika, Benyamin Carnadi menambahkan, "usulan program dari K/L untuk IORA Action Plan dapat berupa program kerja yang telah direncanakan sebelumnya dan harus berikan manfaat maksimal bagi kepentingan masyarakat di Indonesia dan kawasan Samudera Hindia." 
 
Oleh karenanya, berbagai Kementerian/Lembaga terkait harus dilibatkan sebagai bentuk kesungguhan untuk meningkatkan visibilitas IORA dan menyukseskan keketuaan Indonesia.
 
IORA merupakan forum kerja sama lingkar Samudera Hindia yang berfokus pada peningkatan kerja sama ekonomi dan maritim. Hal ini sejalan dengan prioritas Pemerintah untuk wujudkan Nawa Cita yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI No. 2 Tahun 2015. 
Indonesia telah secara resmi menjadi Ketua IORA pada the 15th IORA COM, di Padang, 23 Oktober 2015 dengan periode keketuaan selama 2 tahun (hingga Oktober 2017). Rencananya pertemuan the 16th IORA COM akan diselenggarakan di Bali, bulan Oktober mendatang.
 
Negara anggota IORA terdiri dari Afrika Selatan, Australia, Bangladesh, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Uni Emirat Arab, Seychelles, Singapura, Somalia, Sri Lanka, Tanzania, Thailand, Uni Comoros, dan Yaman. 



(FJR)