Serangan Ikan Hiu Kembali Muncul di Pantai Australia

Willy Haryono    •    Rabu, 12 Oct 2016 14:06 WIB
satwa
Serangan Ikan Hiu Kembali Muncul di Pantai Australia
Papan peringatan bahaya ikan hiu di sebuah pantai di New South Wales, Australia. (Foto: AFP / Peter Parks)

Metrotvnews.com, Ballina: Untuk kesekian kalinya, kasus serangan ikan hiu terhadap manusia kembali muncul di Australia. Kali ini, seorang peselancar terluka setelah "ditabrak" seekor hiu di perairan rawan di timur Australia, Rabu (12/10/2016). 

Pria 25 tahun itu berhasil pergi ke rumah sakit setelah diserang hiu di Pantai Sharpes, Ballina. Sejumlah serangan hiu pernah terjadi di Ballina dalam beberapa tahun terakhir. 

"Dia menceritakan kepada polisi bahwa dirinya sedang berselancar bersama teman-teman sekitar dua jam. Ia kemudian merasakan ada sesuatu yang menabrak papannya," kata pihak Kepolisian New South Wales, seperti dikutip AFP

"Polisi sedang bekerja dengan otoritas setempat untuk menentukan spesies apa yang telah menggigit pria itu," sambung dia. 

Organisasi Surf Life Saving NSW mengatakan pantai tempat terjadinya serangan telah ditutup selama 24 jam. 

Serangan terbaru terjadi hanya beberapa pekan setelah pemuda 17 terluka parah di kaki akibat gigitan hiu di perairan yang sama, sekitar 740 kilometer dari Sydney. 

Dari 14 serangan hiu di New South Wales pada 2015, sebagian besar terjadi di area sepanjang 60 km dari Evans Head ke Byron Bay, yang termasuk di dalamnya adalah Ballina. 

Upaya pemerintah Australia mencegah serangan hiu sejauh ini masih menemui kesulitan. Percobaan memasang pagar penahan hiu di Ballina belum lama ini gagal karena buruknya kondisi perairan. 

Sejumlah ahli mengatakan salah satu faktor penyebab meningkatnya serangan hiu adalah karena semakin populernya olahraga air.


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

23 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA