Serangan di Kampanye Pemilu Afghanistan Tewaskan 22 Orang

Willy Haryono    •    Minggu, 14 Oct 2018 12:26 WIB
talibanafghanistan
Serangan di Kampanye Pemilu Afghanistan Tewaskan 22 Orang
Keluarga korban ledakan di provinsi Takhar, Afghanistan, Sabtu 13 Oktober 2018, menunggu di depan sebuah rumah sakit. (Foto: AFP/NASEER SADEQ)

Takhar: Sebuah serangan bom di masa kampanye pemilihan umum Afghanistan di provinsi Takhar menewaskan sedikitnya 22 orang. Serangan terus terjadi menjelang pemilu legislatif Afghanistan pada 20 Oktober mendatang.

Juru bicara pemerintahan provinsi Takhar, Mihammad Jawad Hejri, mengatakan kepada kantor berita AFP, Minggu 14 Oktober 2018, bahwa pelaku membawa bahan peledak di sebuah sepeda motor. Pelaku kemudian meledakkannya di tengah para pendukung Nazifa Yousefibek, seorang calon anggota legislatif.

Hejri menyebut sebagian besar dari 22 korban tewas dan 36 luka adalah warga sipil. Direktur Badan Kesehatan Takhar Hafizullah Safi melaporkan angka korban tewas sedikit lebih besar, yakni 23 orang.

Sementara di provinsi Herat, dua militan menyerang sebuah kantor milik caleg di distrik Injeel. Jubir pemprov Herat Jailani Farhad mengatakan dua orang tewas dalam serangan tersebut.

Seorang bocah berusia sembilan tahun dan satu satpam tewas dalam serangan tersebut.

Kekerasan terkait pemilu legislatif di Afghanistan telah menewaskan dan melukai banyak orang dalam beberapa bulan terakhir.

Sejauh ini, sembilan caleg tewas dalam gelombang kekerasan tersebut, yang sebagian besar merupakan target dari serangan terkoordinasi grup militan.

Sebelumnya, kelompok militan Taliban bertekad menyerang pasukan keamanan pemerintah Afghanistan menjelang pemilu Afghanistan.

Menyebut pemilu sebagai "konspirasi jahat Amerika," juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid menegaskan para militannya tidak akan ragu mengganggu proses jalannya pemungutan suara.

Baca: Taliban Bertekad Serang Aparat saat Pemilu Afghanistan


(WIL)