IORA dan Fokus dalam Keamanan Maritim

Fajar Nugraha    •    Jumat, 07 Dec 2018 18:08 WIB
iora
IORA dan Fokus dalam Keamanan Maritim
Wamenlu AM Fachir ditemani Sekretaris Jenderal IORA Nomvuyo N. Nokwe dalam pembukaan diskusi panel di Nusa Dua, Jumat 7 Desember 2018. (Foto: Dok. Kemenlu RI).

Nusa Dua: Sekretaris Jenderal Indian Ocean Rim Organization (IORA) Nomvuyo N. Nokwe mengutarakan pentingnya negara-negara anggota IORA untuk meningkatkan keamanan maritim. Hal ini sangat penting untuk melindungi kepentingan ekonomi anggotanya.

Baca juga: IORA Upayakan Potensi Kerja Sama Ekonomi dalam Maritim.

Dalam diskusi panel tingkat pejabat tinggi negara IORA, di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat, 7 Desember 2018, Sekjen Nakwe mengatakan dirinya melihat IORA akan membahas langkah jangka pendek dan langkah jangka panjang.

“Saya kira kemungkinan lebih baik banyak keterlibatan kapal angkatan laut yang berlayar (di sekitar Samudera Hindia). Ini untuk memastikan keamanan, mengingat pentingnya untuk selalu menjaga perdamaian dan keamanan yang sudah ada saat ini,” ujar Sekjen Nakwe, di Nusa Dua, Jumat, 7 Desember 2018.

“Seperti kalian ketahui bahwa di sekitar kawasan ini banyak terjadi transaksi perdagangan, jika tidak memiliki laut yang aman maka perdagangan tidak akan terjadi. Selain itu ada dari anggota kami yang mengeluhkan ikan yang mereka miliki dicuri. Jadi melalui pertemuan ini diharapkan bisa didapatkan satu pemecahan masalah,” jelasnya.

Namun Sekjen Nakwe menegaskan bahwa IORA tidak terkait dengan isu politik. Baginya masih banyak cara halus untuk untuk menjamin keamanan dan keselamatan dari negara anggota.

Nakwe menambahkan bahwa visi misi keseluruhan IORA adalah kesepakatan politik yang dicapai melalui konsensus. “Ini adalah keindahan organisasi kami dimana konsensus menjadi kunci. Itu sebabnya beberapa organisasi sedikit iri dengan IORA. Tak peduli negara besar atau kecil, kita adalah rekan setara,” tegasnya.


Sekjen IORA Nomvuyo N. Nokwe dan Andre Omer Siregar saat ditemui wartawan. (Foto: Dok. Kemenlu RI).

Hal senada disampaikan oleh Direktur Kerja Sama Intra Kawasan dan Antar Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Andre Omer Siregar. Menurutnya IORA bisa bersanding dengan organisasi seperti ASEAN dan tentunya bersentuhan dengan forum negara pasifi, seperti halnya APEC.

“Sementara untuk masalah kerja sama pertahanan, kami melakukan pendekatan secara bilateral. Yang jelas langkah demi langkah yang diambil IORA semuanya bersifat konsensus,” ungkap diplomat yang sempat menjabat Konsulat Jenderal RI di Sydney ini.

“Jika tidak ada negara yang sepakat mengenai satu isu, kami mengendorkan tekanan sedikit. Tetapi di sini Indonesia bisa berperan, seperti keinginan Presiden Joko Widodo yang menjadikan Indonesia sebagai poros maritim, kita menjembantani dua samudera dan melihat IORA memegang peranan dalam hal itu,” imbuhnya.

Mengenai prinsip Indo Pasifik dalam IORA, Andre mengatakan bahwa Menlu Retno Marsudi menginginkan IORA memerankan peran natural. Ada beberapa negara yang membawa konsep Indo Pasifiknya di pertemuan IORA, tetapi jelas di IORA semua didasarkan atas konsensus, seperti halnya ASEAN, APEC. Sudah menjadi visi Indonesia untuk membuat semua bekerjasama.


(FJR)


Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

1 day Ago

Ribuan pengunjung setiap tahun datang ke U.S. Botanic Garden atau Kebun Raya AS di Washington untuk…

BERITA LAINNYA