Menlu ASEAN Keluarkan Komunike Tolak Reklamasi Laut China Selatan

Sonya Michaella    •    Senin, 07 Aug 2017 10:50 WIB
laut china selatanasean
Menlu ASEAN Keluarkan Komunike Tolak Reklamasi Laut China Selatan
Kawasan Laut China Selatan. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Manila: Lewat sebuah komunike, kesepuluh Menteri Luar Negeri ASEAN menegaskan penolakan atas reklamasi lahan dan pengerahan militer di kawasan Laut China Selatan.

"Kami menekankan pentingnya non-militerisasi dan menahan diri dalam melakukan semua aktivitas oleh pihak pengklaim dan negara lainnya," sebut Komunike Bersama Menlu ASEAN tersebut, seperti dikutip Asian Correspondent, Senin 7 Agustus 2017.

Diskusi yang digelar para menlu ASEAN ini juga mencatat kekhawatiran sejumlah menteri atas reklamasi lahan dan kegiatan di daerah tersebut. 

Pernyataan bersama tersebut mengarah pada pembangunan pulau buatan China di perairan sengketa, termasuk Mischief Reef yang diperebutkan oleh China dan Filipina.

Diketahui, China juga membangun daratan di Woody Island, di perairan yang diperebutkan oleh Beijing dan Vietnam.

Isi komunike ini juga sesuai dengan pernyataan Sekretaris Jenderal ASEAN, Le Luong Minh yang berasal dari Vietnam. Ia mengatakan, bahwa negaranya akan menekankan pentingnya bahasan reklamasi dalam sebuah komunike.

Seorang diplomat asal Vietnam mengatakan, diskusi mengenai Laut China Selatan ini termasuk yang paling sulit.

Dikatakan pula, Vietnam sendiri memiliki 'bahasa' yang kuat di Laut China Selatan. Sementara, Filipina dan Kamboja tak tertarik untuk mencerminkan hal itu.

Selain Filipina dan Vietnam, dua negara ASEAN lain yang terlibat dalam sengketa perairan strategis ini adalah Brunei Darussalam dan Malaysia.




(WIL)