Masalah Korut, Tiongkok Ingatkan Trump Tidak Menusuk dari Belakang

Willy Haryono    •    Rabu, 02 Aug 2017 12:46 WIB
korea utaranuklir korea utara
Masalah Korut, Tiongkok Ingatkan Trump Tidak Menusuk dari Belakang
Dubes Tiongkok untuk PBB Liu Jieyi (tengah). (Foto: Xinhua)

Metrotvnews.com, Beijing: Tiongkok akhirnya merespons ungkapan kekesalan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait Korea Utara. 

Trump menuduh Beijing "tidak berbuat apa-apa" dalam menghentikan ambisi misil dan nuklir Pyongyang. 

Menurut seorang pejabat tinggi Negeri Tirai Bambu, seperti dikutip Telegraph.co.uk, Rabu 2 Agustus 2017, tanggung jawab utama atas ketegangan di Semenanjung Korea berada di tangan AS dan Korut.

"Tidak peduli seberapa lihainya kami, usaha Tiongkok tidak akan menghasilkan hasil praktis (dalam masalah Korut) karena itu tergantung dari dua kubu utama," kata Duta Besar Tiongkok untuk PBB Liu Jieyi. 

"Mereka (AS dan Korut) memegang tanggung jawab utama agar situasi sekarang bisa bergerak ke arah yang benar. Ini bukan tanggung jawab utama kami," lanjut dia. 

Kekesalan ditumpahkan Trump di Twitter setelah Korut melakukan uji coba kedua misil antarbenua (ICBM) pada Jumat pekan lalu. Ketika itu, ia mengaku "sangat kecewa" terhadap Tiongkok yang hanya bisa bicara tanpa mengambil aksi nyata untuk menghentikan Korut.

Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan pada akhir pekan kemarin bahwa Washington sudah "tidak akan lagi membicarakan mengenai Korut" dan ini adalah saatnya China untuk beraksi. 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menyebut "Tiongkok dan Rusia memiliki tanggung jawab unik dan khusus atas ketegangan di Semenanjung Korea.

Kantor berita nasional Tiongkok, Xinhua, turut menyerang Trump dan menyebutnya sebagai presiden unik karena sering menggunakan Twitter. 

"Karakter Trump unik, dan dia senang nge-tweet," tulis Xinhua. "Tapi respons emosional tidak dapat dijadikan kebijakan panduan dalam menyelesaikan masalah nuklir di Semenananjung Korea," lanjutnya.

"Untuk menyelesaikan masalah nuklir di semenanjung, pihak-pihak terkait harus menggunakan langkah praktis dan memperlihatkan ketulusan, berhenti melempar tanggung jawab dan yang terpenting, jangan menusuk Tiongkok dari belakang," lapor Xinhua.

 


(WIL)