ASEAN Harus Perkuat Diplomasi Pertahanan untuk Kasus Rakhine

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 12 Jul 2018 17:12 WIB
rohingyaasean
ASEAN Harus Perkuat Diplomasi Pertahanan untuk Kasus Rakhine
Pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh (Foto: AFP).

Jakarta: Indonesia telah berhasil membujuk Myanmar untuk berbagi dalam menyelesaikan masalah di negara bagian Rakhine dengan ASEAN.

Direktur Amnesty International untuk wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Rafendi Djamin mengatakan ASEAN harus bergerak aktif dalam menyelesaikan kasus ini. Dia menambahkan, diplomasi pertahanan harus digali lagi.
 
"Dalam konteks ASEAN, saya rasa satu potensi besar yang harus digali adalah persoalan defense diplomacy dari ASEAN Defense Minister Meeting," ujar Rafendi di Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS) 2018, di Jakarta, Kamis 12 Juli 2018.
 
Dia menambahkan pimpinan tentara Myanmar yang de facto adalah pemegang kekuasaan politik di Myanmar, harus dilibatkan menjadi mitra dalam pertemuan tersebut. Para pemimpin Myanmar harus berkaca pada Indonesia yang memiliki pengalaman hampir sama ketika proses kemerdekaan Timor Leste.
 
"Ketika Indonesia berada di bawah tekanan internasional dengan adanya team of enquiry yang juga kredibel hasilnya sehingga proses itu bisa diselesaikan dalam negeri bekerja sama dengan Timor Leste," ucapnya.
 
"Banyak peluang yang bisa dilakukan terutama kerja sama militer, defense diplomacy dalam penyelesaian krisis tersebut," imbuhnya.
 
Sebanyak lebih dari 700 ribu orang etnis Rohingya kabur dari Rakhine usai kerusuhan yang terjadi di wilayah itu antara kelompok bersenjata Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) dengan militer Myanmar pada Agustus 2017. Warga kabur ke negara tetangga, Bangladesh untuk mencari perlindungan.
(FJR)