Di Pengadilan, Mantan PM Malaysia Bantah Pencucian Uang

Arpan Rahman    •    Kamis, 09 Aug 2018 13:07 WIB
najib razak1mdb
Di Pengadilan, Mantan PM Malaysia Bantah Pencucian Uang
mantan PM Malaysia Najib Razak bantah lakukan pencucian uang (Foto: Malaysia Kini).

Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia membantah tiga tuduhan baru pencucian uang terkait dugaan penjarahan jutaan dolar dari dana investasi negara.
 
Dilansir dari Sky News, Kamis 9 Agustus 2018, Najib Razak mengaku tidak bersalah di pengadilan tinggi Malaysia, pada Selasa 7 Agustus.
 
Dia juga mengaku tidak bersalah atas penyalahgunaan kekuasaan dan tiga tuduhan pelanggaran kepercayaan kriminal bulan lalu.
 
Najib mengklaim pemerintah baru Malaysia sedang melakukan balas dendam politik terhadap dirinya, dan dia telah bersumpah untuk membersihkan namanya di persidangan.
 
Pria berusia 64 tahun itu kalah dalam pemilihan umum pada Mei oleh mentornya yang berbalik menjadi seteru Mahathir Mohamad setelah skandal itu muncul.
 
Kemarahan publik menyebabkan kekalahan koalisi Najib yang berkuasa sejak lama dalam pemungutan suara Mei. Sekaligus mengantarkan pada pergantian kekuasaan pertama sejak negara itu memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1957.
 
Najib berada di pusat penyelidikan terhadap miliaran dolar yang hilang dari dana investasi negara yang disebut 1Malaysia Development Berhad (1MDB), yang didirikan pada 2009 setelah ia menjadi kepala pemerintahan.
 
Semua tuduhan terhadap dia melibatkan transfer 42 juta ringgit atau sekitar Rp148,6 miliar ke rekening banknya dari SRC International. Ini adalah unit bekas dana 1MDB yang diselidiki oleh investigator internasional dijarah miliaran oleh para mitra Najib.
 
Pemerintah baru membuka kembali penyelidikan yang tertunda di bawah pemerintahan Najib dan melarang dia dan istrinya meninggalkan Negeri Jiran.
 
Polisi juga menyita perhiasan dan barang berharga senilai lebih dari 1,1 miliar ringgit (Rp3,9 triliun) dari properti yang terkait dengan Najib.


(FJR)