WNI Diduga Militan Ditangkap di Marawi, Kemenlu Lakukan Konfirmasi

Sonya Michaella    •    Rabu, 01 Nov 2017 15:34 WIB
wniterorisme di filipina
WNI Diduga Militan Ditangkap di Marawi, Kemenlu Lakukan Konfirmasi
Ilustrasi: Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Manila: Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi anggota teroris dari kelompok Maute di Marawi, ditangkap pagi hari ini.
 
Menurut kepala polisi wilayah Ranao, Kolonel Romeo Brawner, WNI tersebut sedang diperiksa dan diinvestigasi oleh aparat setempat.
 
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengaku masih mengonfirmasi berita tersebut.
 
"Sedang dikonfirmasi," jawabnya singkat ketika dihubungi Metrotvnews.com, Rabu 1 November 2017.
 
Kepala Polisi wilayah Lanao del Sur, John Guyguyon dalam konferensi persnya menyebutkan bahwa nama WNI tersebut adalah Muhammad Ilham Syahputra.
 
"Dalam operasi yang dilakukan hari ini, kami berhasil menangkap satu orang yang diyakini sebagai anggota militan bernama Muhammad Ilham Syahputra. Dia berusia 23 tahun dari Indonesia, dengan alamat di Medan, Sumatera Utara," ujar Guyguyon, seperti dikutip CNN Filipina.
 
"Diyakini, dia tiba di Filipina pada November 2016. Dia diminta datang oleh IH, Isnilon (Hapilon), untuk turut bertempur dengannya," tegas Guyguyon.
 
Dikutip dari Inquirer, militan asing memang diyakini bergabung dengan Maute dan Abu Sayyaf untuk bertarung di Marawi melawan militer Filipina. Selain WNI, diyakini ada warga negara Malaysia dan Filipina.
 
Padahal, Filipina sedang bersiap mengumumkan akhir pertempuran di Marawi yang telah dikuasai Maute dan Abu Sayyaf selama lima bulan terakhir. 
 
Isnilon Hapilon dan Omar Maute, keduanya merupakan pemimpin kelompok Maute, dikabarkan tewas dibunuh pekan lalu. Mahmud Ahmad dari Malaysia, yang diduga mendanai para militan ini, juga dikabarkan tewas.
 
Kementerian Pertahanan Filipina menegaskan, tes forensik oleh Biro Investigasi Federal Amerika Serikat telah mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan di Marawi tersebut adalah Hapilon.
 
Hapilon dan Maute memimpin penyerbuan Marawi pada Mei lalu dan memaksa ratusan penduduknya melarikan diri.



(FJR)