Repatriasi Rohingya Tertunda, Myanmar Salahkan Bangladesh

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 24 Jan 2018 06:43 WIB
konflik myanmar
Repatriasi Rohingya Tertunda, Myanmar Salahkan Bangladesh
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berinteraksi langsung dengan pengungsi Rohingya di Bangladesh. Foto: Dok/Kemenlu RI

Rakhine: Pemerintah Myanmar menyalahkan Bangladesh lantaran program repatriasi atau pemulangan kembali pengungsi etnis Rohingya tertunda. Hal ini dapat menimbulkan perselisihan di antara kedua negara.

Hampir 690 ribu warga etnis Rohingya melarikan diri ke Bangladesh usai mengalami kekerasan yang dilakukan militer Myanmar pada Agustus lalu. Tak hanya itu, 100 ribu lainnya melarikan diri dari serangan sebelumnya pada Oktober 2016.

Myanmar dan Bangladesh akhir tahun lalu mencapai kesepakatan untuk melakukan repatriasi. Dilansir dari AFP, mereka sepakat repatriasi dimulai sejak 23 Januari 2018.

Namun, seorang pejabat Bangladesh mengatakan program tersebut tidak akan dimulai sesuai rencana. Komisioner Pengungsi  Mohammad Abul Kalam menyebutkan masih banyak persiapan yang harus dilakukan untuk repatriasi.

Baca juga: Bantuan RI untuk Pengungsi Rohingya Tiba di Bangladesh

Padahal, Myanmar telah mempersiapkan dua kemah untuk menerima para pengungsi itu kembali di dekat perbatasan. Pejabat Myanmar menuturkan, hingga Selasa siang, tidak ada warga Rohingya yang kembali ke Rakhine.

"Kami sekarang siap untuk menerima mereka. Kami benar-benar siap menyambut mereka sesuai kesepakatan," ujar Menteri Kerja Sama Internasional Myanmar Kyaw Tin, di Naypyidaw, ibu kota Myanmar.

"Kami melihat di berita bahwa pihak dari Bangladesh belum siap, namun kami belum menerima penjelasan resminya," sambungnya.

Ratusan desa Rohingya terbakar dan ketegangan komunal masih berada di titik didih di Rakhine. Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) mengatakan orang-orang yang kembali dari Rohingya segera digiring ke dalam kamp-kamp jangka panjang.

Sementara itu, warga etnis Rohingya yang berada di Rakhine mengaku takut untuk kembali ke Bangladesh. Karenanya mereka memprotes program repatriasi ini.

Pejabat Bangladesh mengklaim kebakaran dan penembakan kembali terjadi di sebuah desa di Rakhine, Myanmar. Pejabat tersebut mengatakan sebuah api besar terlihat mengamuk di sebuah desa yang ditinggalkan.

Api tersebut terlihat dari Tombru, pos perbatasan di distrik Cox's Bazar. Kebakaran terjadi malam hari sebelum Bangladesh akan memulangkan ratusan ribu pengungsi minoritas Myanmar ke negara bagian Rakhine.



(CIT)