Menlu Retno Letakkan Batu Pertama Gedung Sekretariat ASEAN Baru

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 05 Jan 2018 14:47 WIB
asean
Menlu Retno Letakkan Batu Pertama Gedung Sekretariat ASEAN Baru
Menlu Retno Marsudi usai meletakkan batu pertama pembangunan gedung baru ASEAN (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi hadir dalam peletakkan batu pertama gedung Sekretariat ASEAN yang baru. Gedung yang rencananya bisa diselesaikan dalam waktu 395 hari itu, terletak di samping gedung yang lama.
 
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menuturkan, pembangunan gedung Sekretariat ASEAN yang baru ini memiliki makna.
 
"Pertama, Kita, ASEAN semakin lama setiap tahunnya semakin besar. Perlu dukungan dengan adanya gedung Sekretariat ASEAN yang memadai. Indonesia, sebagai ibu kota diplomatik ASEAN, tuan rumah markas besar ASEAN, membangun gedung baru ini," kata Menlu Retno, usai melakukan peletakkan baru pertama, di Jakarta, Jumat 5 Januari 2018.
 
Menlu Retno berharap, ke depannya pertemuan ASEAN bisa dilakukan di Jakarta. Pasalnya, di gedung baru ini, ruangan untuk pertemuan sangat memadai dengan adanya ruang konferensi dan ruang bilateral.
 
Tak hanya itu, dalam pembicaraan singkat dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi, keduanya membahas adanya ruang publik di Sekretariat ASEAN.
 
"Tadi saya juga bicara dengan Sekjen ASEAN yang baru, bahwa perlu ada ruangan untuk publik space yang akan memungkinkan publik untuk berkunjung ke gedung ASEAN, melihat sejarah ASEAN, kerja ASEAN dan lain-lainnya," ujar dia.
 
Menlu Retno menuturkan, ide tersebut terinspirasi dari markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS). Gedung ini diharapkan selesai pada 2019 mendatang.
 
Gedung Sekretariat ASEAN yang baru ini nanti akan berdiri di atas tanah seluas 11.369 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 44.295 meter persegi. Gedung ini terdiri dari dua bangunan yang masing-masing terdiri dari dua lobi dan 16 lantai.
 
"Akan ada sejumlah ruang pertemuan, satu aula utama dengan kapasitas 650 orang. Ada 16 ruang konferensi dan serbaguna, masing-masing dengan kapasitas 50 kursi. Selain itu, masing-masing negara juga akan memiliki delegasi room," imbuhnya.
 
Tanah gedung baru tersebut merupakan hibahan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gedung ini nantinya akan memiliki ruang sendiri bertemakan Betawi, alasannya karena terletak di ibu kota Jakarta.
 
Pembangunan gedung ini bekerja sama dengan kontraktor PT. PP, dan aka menghabiskan biaya sebesar Rp500 miliar. Dana tersebut, ujar Menlu Retno, berasal dari APBN karena Indonesia adalah tuan rumah Sekretariat ASEAN.



(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

4 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA