Topan Meranti Terjang Taiwan, Warga Hidup dalam Kegelapan

Fajar Nugraha    •    Rabu, 14 Sep 2016 12:39 WIB
topan badai
Topan Meranti Terjang Taiwan, Warga Hidup dalam Kegelapan
Topan Meranti ancam kehidupan warga di Taiwan (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Taipei: Topan Meranti menerjang wilayah Taiwan hari ini. Puluhan ribu warga dikabarkan tidak dapat pasokan listrik.
 
Kekuatan dari topan Meranti diperkirakan akan menjadi super topan dan dianggap yang terbesar dalam tahun ini. Sekolah dan usaha pun sudah ditutup saat topan menerjang.
 
Biro Pusat Pemantau Cuaca Taiwan memperingatkan bahwa topan dalam kategori 5 mengancam beberapa kota di wilayah selatan dan timur. Ini termasuk Kaohsiung dan Hualien. 
 
Selain angin kencang, Topan Meranti dikhawatirkan bisa memicu hujan deras dan banjir di sekitar wilayah Taiwan.


Polisi di tengah terjangan Topan Meranti di Taiwan (Foto: AFP)
 
 
Topan yang terus bertambah kekuatannya saat mendekati Taiwan, memiliki embusan angin hingga 216 kilometer per jam. Pihak berwenang setempat melaporkan kerusakan awal berupa, tiang listrik dan pohon yang roboh.
 
"Kekuatan topan ini merupakan yang terbesar tercatat di dunia tahun ini. Dampak terbesarnya akan mencapai puncak pada hari ini di Taiwan," pernyataan Juru Bicara Badan Cuaca Taiwan Hsieh Pei-Yun, seperti dikutip AFP, Rabu (14/9/2016).
 
Perusahaan dan sekolah di Kaohsiung dan beberapa kota lainnya sudah dipastikan tutup. Sementara sekitar 1.500 warga sudah dievakuasi ke tempat yang aman.
 
"Hingga saat ini hampir 200 ribu keluarga tidak dapat menerima pasokan listrik," pernyataan pihak Taiwan Power Co.
 
Sedangkan sebagian besar penerbangan domestik sudah dibatalkan, termasuk jadwal dari Bandara Kaohsiung. Umumnya Bandara Kaohsiung melayani sebagian besar penerbangan internasional di Taiwan.
 
Taiwan akan merasakan imbas Topan Meranti ini dimulai pada Rabu hingga Kamis 15 September, sebelum akhirnya topan itu menghantam Tiongkok. Wilayah Tiongkok yang diduga akan terkena terjangan topan ini antara lain Provinsi Guangdong dan Fujian. Pihak berwenang di provinsi tersebut sudah mempersiapkan evakuasi untuk warga.

(FJR)