Kasus 1MDB

Pelengseran PM Malaysia, Mahathir: Saya Tak Bisa Yakinkan Sultan

Sonya Michaella    •    Kamis, 06 Oct 2016 08:38 WIB
1mdb
Pelengseran PM Malaysia, Mahathir: Saya Tak Bisa Yakinkan Sultan
Mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengakui bahwa dirinya tak bisa meyakinkan Sultan Malaysia untuk melengserkan Perdana Menteri Najib Razak.

Beberapa waktu lalu, ia sengaja menemui Sultan Malaysia. Dikabarkan Mahathir membawa petisi yang berisi 1,2 juta tanda tangan rakyat Malaysia untuk pelengseran PM Najib.

"Kami berdiskusi panjang dan ia mempertanyakan ketentuan hukum dan saya jelaskan. Namun, saya tetap tak bisa meyakinkan dia (Sultan) untuk bertindak," ujar Mahathir dalam konferensi persnya, seperti dikutip Asian Correspondent, Kamis (6/10/2016).

PM Najib diduga terlibat dalam korupsi di badan 1Malaysia Development Berhad (1MDB) di mana ia menerima aliran dana ke rekening pribadinya. Dugaan ini pun semakin menguat ketika Wall Street Journal merilis data belanja Rosmah, istri PM Najib.

"Saya tidak bisa membeberkan apa yang ia katakan. Implikasinya bahwa apa yang saya minta tidak dapat dikabulkan olehnya," lanjutnya lagi.

Berbicara di kesempatan yang berbeda, PM Najib terang-terangan mengatakan bahwa setelah pertemuan antara Mahathir dan Sultan, dirinya menemui Sultan.

"Sultan mengatakan pada saya bahwa dirinya tak mencampuri urusan politik," tegas PM Najib.

Senada dengan PM Najib, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato Seri Zahrain Mohamed mengatakan bahwa kunjungan Mahathir ke Sultan tersebut adalah hal yang benar.


Dubes Malaysia untuk RI, Dato Seri Zahrain Mohamed/MTVN

"Bagi saya, itu taktik yang tak betul dengan menarik Sultan ke dalam masalah politik. Sultan tak mengurusi dan tak terlibat dalam masalah politik," ujarnya ketika ditemui di Kedubes Malaysia, kemarin.

Dubes Zahrain menyebut langkah Mahathir menemui Sultan sebagai aksi murahan.

"Saya rasa Mahathir lebih menguasai politik karena ia menjadi PM selama 22 tahun. Tak usah lah dibawa ke Sultan," tutur dia lagi.


(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA