Malaysia Sebut Swiss Tidak Meminta Penyelidikan 1MDB

Arpan Rahman    •    Kamis, 06 Oct 2016 13:39 WIB
1mdb
Malaysia Sebut Swiss Tidak Meminta Penyelidikan 1MDB
Kasus dugaan korupsi libatkan 1MDB (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Kejaksaan Agung Malaysia menyatakan, pada Kamis 6 Oktober, belum menerima permintaan tambahan dari Swiss guna menyelidiki dugaan skandal dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
 
Institusi itu mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat, tetap berkomitmen untuk kerjasama internasional seperti disitir Reuters, Kamis (6/10/2016). Pihak Kejagung Malaysia "tepatnya akan mempertimbangkan" permintaan yang telah diterima melalui saluran diplomatik dan sejalan dengan hukum setempat.
 
Sebelumnya, Kejaksaan Agung Swiss, Rabu 5 Oktober, minta bantuan lebih lanjut dari Malaysia untuk melakukan penyelidikan.
 
Swiss menekan Malaysia untuk bekerja sama dalam penyelidikan mengusut skandal 1MDB. Otoritas Swiss mengatakan, temuan bukti terbaru menunjukkan "skema Ponzi" digunakan untuk menutupi penyelewengan USD800 juta dana negara Malaysia.
 
Kejaksaan Agung Swiss membuka penyelidikan 1MDB pada Agustus 2015 menyusul tuduhan bahwa beberapa miliar dolar diduga telah dicuri dari 1MDB melalui perbankan Swiss.
 
"Pada awalnya kami meminta bantuan Kuala Lumpur pada Januari, namun permintaan itu masih tertunda," kata Jaksa Agung Swiss, Michael Lauber, seperti dilansir Daily Mail, Rabu (5/10/2016).
 
Pihak Lauber, Rabu, menyerukan kembali "bantuan hukum timbal balik dari pihak berwenang Malaysia", menyusul permintaan serupa, awal tahun ini.
 
Mengutip bukti baru dalam kasus 1MDB, Kejaksaan Agung Swiss (OAG) mengatakan telah "mengidentifikasi transaksi tersangka dalam kasus ini berkaitan dengan sektor perbankan Swiss."
 
Sebesar USD800 juta konon diinvestasikan dalam sektor sumber daya alam oleh perusahaan Malaysia SRC, bekas anak perusahaan 1MDB, "tampaknya telah disalahgunakan," pungkas pernyataan itu.
 
Penipuan itu "berdasarkan skema 'Ponzi'", tambah pernyataan OAG. Skema Ponzi meliputi cara membayar pengembalian investasi dengan uang dari investor lain, bukan dari laba yang dihasilkan oleh investasi sendiri. The OAG tidak memberikan rincian lebih jauh mengenai skema ini.
 
Penyelidikan berjalan lamban?
 
Malaysia telah terguncang selama lebih dari setahun dengan tuduhan besar-besaran menyangkut penipuan dan penggelapan 1MDB yang menakjubkan dalam skala dan kompleksitasnya.
 
Skandal ini telah mendorong seruan untuk penggulingan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak,-yang mendirikan 1MDB pada 2009- menghangatkan protes besar anti-Najib di ibukota, dan memicu penyelidikan oleh otoritas di beberapa negara.
 
Departemen Kehakiman AS mengajukan tuntutan hukum di Amerika Serikat pada Juli untuk memulihkan aset miliaran yang konon dibeli oleh kerabat Najib dan mitranya dengan uang curian dari 1MDB.
 
Tuntutan itu juga menyebutkan, seorang pejabat Malaysia yang tidak disebutkan namanya mengambil bagian dalam pencurian itu. Juru bicara pemerintah Najib Razak telah mengakui bahwa pejabat itu adalah perdana menteri, tapi menyangkal PM Najib jadi target penyelidikan AS.
 
Otoritas AS bergerak menyita aset termasuk perumahan di Beverly Hills, New York, dan London, lukisan karya Monet dan Van Gogh, pesawat jet Bombardier, dan kepemilikan saham perusahaan.
 
Jubir Najib tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar atas tuduhan terbaru, dan Jaksa Agung Malaysia, Mohamed Apandi Ali, juga tutup mulut.
 
Apandi, yang ditunjuk Najib setelah skandal itu menyeruak, awal tahun ini membebaskan Najib dari segala tuduhan, yang memicu kemarahan di Malaysia.
 
Najib telah menutup penyelidikan domestik. Dia dan 1MDB menyangkal telah berbuat kesalahan. Pada bulan Januari, Apandi berjanji untuk bekerja sama dengan Swiss.
 
OAG tidak langsung menuduh pihak berwenang Malaysia terseret kasus ini, namun menegaskan bahwa permintaan awal belum lagi dijawab.
 
"OAG tetap yakin bahwa dua permintaan bantuan hukum timbal balik yang diajukan kepada pihak berwenang di Malaysia akan dieksekusi," sebut pihak Kejaksaan Malaysia.
 
Sebaliknya, pihak berwenang Swiss mengaku "sangat puas" bekerjasama dengan pihak berwenang di Singapura, di mana sebagian dana yang terlibat dalam skandal itu berhasil dipindahkan.



(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA