TNI Tugas di Lebanon, Menlu Minta Pasukan Proteksi Warga Sipil

Fajar Nugraha    •    Senin, 10 Oct 2016 15:14 WIB
indonesia-pbb
TNI Tugas di Lebanon, Menlu Minta Pasukan Proteksi Warga Sipil
Ratusan personel TNI akan ditugaskan sebagai pasukan penjaga perdamaian di Lebanon. (Foto: MTVN/Fajar Nugraha)

Metrotvnews.com, Sentul: Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi memberikan pembekalan kepada prajurit TNI yang akan bertugas di Lebanon. 

"Peran yang dilakukan Peacekeepers Indonesia lekat kaitannya dengan polugri," demikian diucapkan Menlu Retno Marsudi, dalam pembekalan pada Latihan Pratugas Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Konga XXIII-K UNIFIL di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Jawa Barat (10/10/2010).
 
Menlu menyampaikan bahwa sebagaimana dimandatkan dalam Pembukaan UUD 1945, Indonesia telah mengerahkan segenap upayanya untuk terus berkontribusi bagi pemeliharaan perdamaian dan keamanan dunia. Dalam kaitan ini Presiden Joko Widodo secara khusus menjadikan peran aktif Indonesia pada pemeliharaan perdamaian sebagai salah satu agenda aksi pelaksanaan politik luar negeri Indonesia.

Sebanyak 854 prajurit TNI akan dikirimkan ke Lebanon melalui UNIFIL. Di antara para prajurit, terdapat 18 yang juga dikirim bertugas.
 
Lebih lanjut Menlu menyampaikan bahwa sejak tahun 1957, Indonesia telah mengirimkan sekitar 35 ribu personel peacekeepers ke lebih dari 40 Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB. Per 31 Agustus 2016, Menurut Menlu Retno, Indonesia berada pada peringkat ke-11 dari 123 negara penyumbang personel dan pasukan PBB, dengan 2.867 peacekeepers Indonesia pada 10 misi perdamaian PBB di berbagai belahan dunia. 

"Hal ini merupakan bagian dari upaya pencapaian Vision 4.000 Peacekeepers Indonesia pada tahun 2019 sesuai dengan Roadmap yang di memiliki Pemerintah sebagai acuan strategis," imbuh Menlu Retno.
 
Mantan Dubes RI untuk Belanda itu menambahkan bahwa peacekeepers Indonesia harus tangguh, profesional, bermoral tinggi dan toleran. Dalam pembekalan Menlu Retno menyampaikan tiga pesan kepada para peacekeepers Indonesia yang akan ditugaskan ke UNIFIL. 
 
Pertama, peacekeepers Indonesia harus terus meningkatkan kapasitas. Dalam hal ini Menlu RI mengharapkan Peacekeepers Indonesia memegang teguh prinsip-prinsip penggelaran dan mandat Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) PBB. 

Selain itu Peacekeepers Indonesia juga dituntut senantiasa memastikan keamanan dan keselamatan dalam menjalankan tugas. "Penting bagi peacekeepers Indonesia untuk memanfaatkan dan menimba pengetahuan dari rekan-rekan peacekeepers negara lain di lapangan," tutur Menlu RI.


Menlu Retno membekali ratusan prajurit TNI yang akan dikirim ke Lebanon. (Foto: MTVN)
 
Kedua, Menlu RI menegaskan bahwa peacekeepers Indonesia harus menjauhkan diri dari tindakan dan perilaku yang dapat merusak citra baik peacekeepers PBB dan nama baik Indonesia. "Pemerintah RI mendukungkebijakan PBB menerapkan zero tolerance terhadap tindak kriminal oleh pasukan perdamaian PBB di wilayah misi," tegas Menlu RI.
 
Ketiga, Menlu RI menjelaskan Pemerintah mendukung dan berkomitmen penuh untuk meningkatkan jumlah personel peacekeepers perempuan pada MPP PBB. "Partisipasi peacekeepers perempuan semakin dibutuhkan oleh PBB untuk membantu pelaksanaan mandat proteksi terhadap warga sipil, khususnya perempuan dan anak-anak", ucap Menlu Retno.
 
Bagi Menlu, partisipasi Indonesia dalam misi UNIFIL merupakan bagian dari upaya mendukung terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, khususnya di Lebanon. Menlu RI berharap bahwa kontribusi dan partisipasi peacekeepers Indonesia juga akan semakin memperkuat pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2019-2020, menegaskan pesan kuat bahwa Indonesia merupakan “a true partner for peace”.
 
Komandan PMPP TNI Brigadir Jenderal Acmad Marzuki menyebutkan prajurit TNI yang bertugas di Lebanon dianggap berbeda. "Masyarakat setempat memuji-muji pendekatan yang dilakukan oleh prajurit TNI di sana," tutur Brigjend Achmad.

Pembekalan yang diberikan oleh Menlu merupakan bagian penting bagi personel atau pasukan TNI yang akan diberangkatkan sebagai peacekeepers ke wilayah misi. Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-K tersebut beranggotakan 850 personel, termasuk 18 personel perempuan, dan rencananya akan bergabung dengan misi UNIFIL di Lebanon pada bulan Desember 2016.
 
Indonesia sendiri saat ini merupakan negara penyumbang personel terbesar di UNIFIL dengan 1.296 personel. Selain Indonesia, UNIFIL juga diperkuat oleh pasukan dari 40 negara. 
 
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Luar Negeri RI juga telah melakukan peninjauan pertemuan dengan Komandan PMPP TNI dan jajarannya dan berdialog dengan para personel Satgas Yonmek TNI.


(WIL)

Santiago De Cuba Bersiap untuk Pemakaman Fidel Castro

Santiago De Cuba Bersiap untuk Pemakaman Fidel Castro

5 hours Ago

Proses pemakaman untuk tokoh revolusi Kuba, Fidel Castro mulai dipersiapkan di kota terbesar kedua…

BERITA LAINNYA