Ada Aspek Pidana Soal Terumbu Karang Dirusak Kapal Inggris

Sonya Michaella    •    Rabu, 15 Mar 2017 18:56 WIB
terumbu karang
Ada Aspek Pidana Soal Terumbu Karang Dirusak Kapal Inggris
Karang yang rusak akibat kapal pesiar MV Caledonian Sky (Foto: AFP/Bakamla)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapal pesiar MV Caledonian Sky berbendera Bahama asal Inggris diduga merusak terumbu karang di Raja Ampat, Papua, Sabtu 4 Maret lalu.
 
Perihal kejadian ini, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan, semua langkah akan diambil untuk meminta pertanggungjawaban dari yang bersangkutan.
 
"Sudah ada koordinasi dari Kemenkomaritim, Kemenhub, KKP, Kemenhukam dan polisi. Pemerintah pasti mengambil semua langkah terkait hal ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, di Kemenlu RI, Jakarta, Rabu 15 Maret 2017.
 
"Pemerintah juga akan menuntut ganti rugi, karena itu adalah kawasan cagar budaya. Aspek pidananya ada," tuturnya lagi.
 
Kapal Caledonian kini dikabarkan telah berada di Filipina. Menurutnya, kapal tersebut bisa dipanggil kembali ke Indonesia untuk bertanggung jawab.
 
 
Kronologi rusaknya terumbu karang di Raja Ampat diawali masuknya MV Caledonian Sky yang dinakhodai Kapten Keith Michael Taylor, Jumat 3 Maret. Kapal berbobot 4.200 gross tonase, membawa 102 turis dan 79 anak buah kapal (ABK).
 
Setelah mengelilingi pulau untuk mengamati keanekaragaman burung serta menikmati pementasan seni, para penumpang kembali ke kapal pada siang hari itu. Kapal pesiar itu kemudian melanjutkan perjalanan ke Bitung pada pukul 12.41 WIT.
 
Di tengah perjalanan menuju Bitung, MV Caledonian Sky kandas di atas sekumpulan terumbu karang di Raja Ampat. Untuk mengatasi hal ini Kapten Keith Michael Taylor merujuk pada petunjuk GPS dan radar tanpa mempertimbangkan faktor gelombang dan kondisi alam lainnya.
 
Saat kapal itu kandas, kapal penarik (tug boat) TB Audreyrob Tanjung Priok tiba di lokasi untuk mengeluarkan kapal pesiar tersebut. Upaya tersebut awalnya tidak berhasil karena kapal MV Caledonian Sky terlalu berat.
 
Kapten terus berupaya menjalankan kapal Caledonian Sky hingga akhirnya berhasil kembali berlayar pada pukul 23.15 WIT pada 4 Maret. Bebasnya Caledonian Sky meninggalkan jejak, terumbu karang di Raja Ampat ternyata rusak.


Karang yang rusak (Foto: AFP/Bakamla).
 
Pemilik kapal siap ganti rugi
 
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyampaikan, pemilik kapal pesiar MV Caledonian Sky bersedia membayar ganti rugi. Hal itu telah disepakati dalam berita acara yang dibuat dengan pemerintah daerah.
 
Namun, Siti belum tahu berapa jumlah ganti rugi yang harus dibayar oleh pemilik kapal. Menurut dia, ganti rugi harus sesuai dengan jumlah terumbu karang yang rusak akibat ditabrak kapal tersebut. (Lihat foto kerusakan terumbu karang di sini).
 
Tim yang diterjunkan, kata dia, juga belum dapat memastikan jumlah terumbu karang yang rusak. Ia telah meminta tim menghitung terumbu karang yang rusak secara teliti, sehingga ada jumlah yang akurat.
 
"Sekarang sedang dipetakan kerusakannya kan angkanya meter perseginya macem-macem ya, ada yang bilang 1300, ada yang bilang 1600 macem-macem, saya bilang coba saja diteliti dulu," jelas Siti di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 14 Maret 2017.
 
Siti juga mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mencari tahu penyebab kapal tersebut masuk ke perairan Raja Ampat. Hal itu juga dilakukan untuk mencari tahu apakah diperkenankan melepas kapal pesiar tersebut.

 

 


(FJR)