Sekjen NATO Sebut Korut Ancaman Global Paling Berbahaya

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 30 Oct 2017 11:45 WIB
natorudal korut
Sekjen NATO Sebut Korut Ancaman Global Paling Berbahaya
Sekjen NATO Jens Stoltenberg (kiri) berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono di Tokyo, Senin 30 Oktober 2017. (Foto: AFP/KAZUHIRO NOGI)

Metrotvnews.com, Tokyo: Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg menyebut Korea Utara (Korut) merupakan ancaman global paling berbahaya saat ini. Dia mendukung adanya sanksi yang lebih keras terhadap negara komunis pimpinan Kim Jong-un tersebut.

Pernyataan disampaikan saat kunjungannya ke Jepang untuk bertemu perdana Menteri Shinzo Abe. Dia juga dijadwalkan bertemu pejabat senior lain, salah satunya Menteri Pertahanan Itsunori Onodera.

"Kami sama-sama prihatin dengan Anda tentang perilaku provokatif Korea Utara," ujar Stoltenberg, dalam pidatonya di hadapan sekelompok pakar keamanan dan pejabat pertahanan, seperti dikutip laman AFP, Senin 30 Oktober 2017.

"Ini sangat berbahaya, dan merupakan ancaman langsung bagi negara-negara di kawasan, termasuk Jepang. Meskipun demikian, ini juga merupakan ancaman global," tambahnya.

Stoltenberg menambahkan NATO sangat mendukung sanksi yang diberikan negara-negara dunia dan sekutu Korut. Dia berharap sanksi itu dapat diterapkan sepenuhnya.

"NATO sangat mendukung tekanan politik, diplomatik dan ekonomi terhadap Korut, dan kami menyambut baik penguatan sanksi yang diadopsi Dewan Keamanan PBB pada September lalu," katanya.

"Namun yang lebih penting lagi, kita perlu memastikan penerapan sanksi tersebut penuh dan transparan," imbuhnya.

Ancaman AS

Kunjungannya ke Jepang merupakan tindak lanjut dari pertemuan Stontenberg dan PM Abe di Brussels pada Juli lalu terkait peningkatan kerja sama keamanan.

Tak hanya mengenai Korut, kunjungan Stoltenberg ke Jepang juga membahas keamanan maritim, termasuk barisan teritorial yang melibatkan Tiongkok di Laut China Timur dan Selatan.

Pyongyang memicu kekhawatiran global dalam beberapa bulan terakhir lantaran melakukan uji coba nuklir dan rudal balistik.

Korut mengklaim rudalnya mampu mencapai daratan Amerika Serikat (AS). Trump mengancam menggunakan kekuatan militer apabila rezim Kim masih melakukan provokasi serupa.

 


(WIL)