Pemalsu Paspor untuk ISIS Ditangkap di Thailand

Willy Haryono    •    Jumat, 19 Jan 2018 16:53 WIB
isis
Pemalsu Paspor untuk ISIS Ditangkap di Thailand
Komandan Biro Imigrasi Letnan Jenderal Suttipong Vongpint (kanan) memegang paspor palsu dalam konferensi pers di Bangkok, Thailand, 19 Januari 2018. (Foto: AFP/ROBERTO SCHMIDT)

Bangkok: Seorang pemalsu paspor asal Pakistan yang diduga telah menjual banyak hasil kejahatannya untuk kelompok militan Islamic State (ISIS) telah ditangkap di Thailand.

Mohammad Iqbal, 52, ditangkap pada 14 Januari di daerah pinggiran Bangkok. Ia ditangkap beserta sejumlah barang bukti paspor palsu berlogo negara Singapura dan India. 

Turut disita juga perangkat membuat visa palsu untuk negara tujuan Prancis, Italia dan Spanyol.

"Dia telah membuat dokumen palsu ini untuk waktu lama dengan menjadikan Thailand sebagai basisnya," ujar Komandan Biro Imigrasi Letnan Jenderal Suttipong Vongpint kepada awak media di Bangkok, seperti dilansir AFP, Jumat 19 Januari 2018. 

Penangkapan ini merupakan yang terbaru dari rangkaian operasi khusus terhadap pemalsu paspor di Thailand. 

Iqbal, yang diyakini telah beroperasi di Thailand lebih dari 10 tahun lalu, dijerat pasal pemalsuan paspor, visa dan pengedaran dokumen palsu. 

Sebelumnya pada pekan ini, Menteri Pertahanan Thailand Prawit Wongsuman menghubungkan Iqbal dengan sebuah grup yang biasa menjual paspor palsu ke ISIS. 

"Tersangka telah memalsukan visa dan paspor untuk grup ISIS, dengan tujuan agar dapat bepergian dari Timur Tengah ke Thailand," ujar Prawit. 

Namun dalam konferensi pers terbaru, otoritas Thailand tidak menyebutkan kaitan pemalsuan ini dengan ISIS. 

"Berdasarkan investigasi, tersangka akan menjual paspor palsu ini ke semua grup, tidak hanya ISIS. Dia membuat sesuai pesanan," tutur Suttipong. 



(WIL)