Australia Tawarkan Pengungsi Papua Nugini Pindah ke Nauru

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 11 Oct 2017 11:01 WIB
pengungsi sinabungaustralia
Australia Tawarkan Pengungsi Papua Nugini Pindah ke Nauru
Keadaan di pengungsian Nauru. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Canberra: Para pengungsi yang berada di sebuah kemah di Papua Nugini, ditawarkan untuk pindah ke pusat pengungsi lain di Pulau Nauru. Hal ini merupakan kebijakan pemerintah Australia pada para pengungsi.

Pasalnya, di bawah kebijakan imigrasi yang ketat di Canberra, pencari suaka dilarang mencoba mencapai Australia dengan kapal. Namun, mereka malah dikirim ke kemah-kemah pengungsi terpencil di Pasifik sembari menunggu ditempatkan ke pemukiman lain.

Dikutip dari laman AFP, Rabu 11 Oktober 2017, kondisi di kemah-kemah pengungsi tersebut mendapat banyak kritikan dari para aktivis pengungsi dan profesional medis. Pasalnya, banyak laporan mengenai pelecehan, bunuh diri dan masalah kesehatan mental di sana.

"Pemerintah Nauru telah setuju untuk menerima pengungsi yang ditunjuk Papua Nugini untuk menunggu pemukiman kembali negara ketiga," ujar Juru Bicara Kementerian Imigrasi Australia Peter Dutton dalam sebuah pernyataan.

Menurutnya, relokasi bersifat sukarela dan tidak ada paksaan. "Relokasi ini bersifat sukarela, jadi tidak ada yang akan dipaksa pindah ke Nauru," imbuhnya.

Para pencari suaka itu akan dibatasi hingga 23 Oktober untuk pindah ke Nauru. Sementara itu, Negeri Kanguru juga membuat kesepakatan dengan mantan presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama untuk menempatkan kembali sejumlah pengungsi dari Manus dan Nauru.

Karena jumlahnya tidak ditentukan, kebijakan ini mendapat kritikan keras dari pengganti Obama, Donald Trump.

Sudah beberapa kali Australia mengirim pengungsi dari Manus ke AS. Pada pengiriman pertama ada 54 pengungsi dan kedua 24 orang, keduanya dikirim pada akhir September lalu.

Sementara itu, Daniel Webb dari Pusat Hukum Hak Asasi Manusia menentang penahanan pengungsi dan meminta pemerintah untuk memindahkan mereka ke Australia. Menurut data imigrasi Canberra pada 31 Juli lalu, sebanyak 371 pria, wanita dan anak-anak pencari suaka berada di Nauru, dan 791 lainnya di Manus.



(FJR)