Satu Buronan Pengeboman Bangkok 2015 Ditangkap

Haifa Salsabila    •    Kamis, 23 Nov 2017 05:25 WIB
ledakan bangkok
Satu Buronan Pengeboman Bangkok 2015 Ditangkap
Lokasi ledakan bom di Bangkok (Foto: AFP)

Bangkok: Kepolisian Thailand pada menangkap Wanna Suansa, Rabu 22 November 2017. Ia merupakan salah satu tersangka yang menjadi buronan kasus pengeboman Kuil Hindu Erawan di Bangkok pada 2015 silam.

"Setelah pemeriksaan, kepolisian akan menyerahkan Ia (Wanna) ke kejaksaan," kata Wakil Kepala Kepolisian Nasional Srivara Ransibrahmanakul, seperti dilansir Antara, Kamis 23 November 2017.

Srivara mengatakan, Wanna ditangkap di bandar udara Bangkok. Namun, Ia enggan memberikan informasi dari mana Wanna berasal. Wanna dipastikan akan menghadapi sejumlah dakwaan berat, termasuk pembunuhan berencana serta kepemilikan bahan peledak dan senjata.

Wanna Suansa merupakan perempuan Thailand berusia 29 tahun. Ia menjadi salah satu dari 17 tersangka buronan yang terlibat dalam kasus pengeboman Kuil Hindu Erawan di Bangkok pada 2015 silam.

Wanna diduga menyewa sebuah kamar di Bangkok untuk salah satu pria pelaku pengeboman. Wanna diduga kabur dari Thailand, tak lama setelah terjadi pengeboman. Sementara, seorang kerabat mengatakan kepada wartawan di markas Kepolisian Nasional, kalau Wanna kembali ke Thailand untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.

Peristiwa tersebut menewaskan 20 orang orang, 14 diantaranya wisatawan asing. Insinden juga melukai sedikitnya 120 orang. Tidak ada pihak maupun kelompok yang mengaku bertanggung jawab terhadap pengeboman tersebut.

Kepolisian Thailand menduga bahwa pengeboman dipicu dengan penindakan terhadap jaringan-jaringan penyeludupan manusia. Namun, banyak pengulas dan diplomat yang menduga bahwa serangan tersebut merupakan aksi pembalasan atas pendeportasian yang dilakukan Thailand terhadap lebih dari 100 warga Uighur ke Tiongkok pada Juli 2015.

Sebelumnya, Kepolisian sudah terlebih dahulu menangkap dua pria dari suku Uighur, Tiongkok dengan tuduhan telah melakukan serangan bom. Saat ini keduanya sedang diadili di Thailand. Namun, keduanya membantah semua tuduhan tersebut.


(AGA)