Presiden Jokowi Kutuk Keras Serangan Teroris di Sinai Mesir

   •    Sabtu, 25 Nov 2017 17:35 WIB
ledakankonflik mesirledakan mesir
Presiden Jokowi Kutuk Keras Serangan Teroris di Sinai Mesir
Presiden Joko Widodo dalam pesta adat pernikahan Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution di Medan, Sumatra Utara, Sabtu 25 November 2017. (Foto: Metro TV)

Medan: Presiden Joko Widodo mengutuk keras ledakan bom yang menghantam sebuah masjid di kota El-Arish, Sinai Utara, Mesir, pada Jumat 24 November. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 235 orang dan melukai ratusan lainnya.

Ledakan terjadi di samping Masjid Ar -Raudah, Markaz Bir El-Abd, kota El-Arish, Sinai Utara, Mesir. Bom diledakkan pada saat pelaksanaan sholat Jumat. Kelompok teroris jg menembaki para jemaah pasca ledakan.

"Saya mengutuk keras serangan teroris di Mesir, di Sinai utara. Duka dan simpati mendalam kami sampaikan dari seluruh rakyat Indonesia kepada pemerintah dan masyarakat Mesir serta semua korban," ujar Jokowi dalam pesta adat pernikahan Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution di Medan, Sumatra Utara, Sabtu 25 November 2017. 

"Indonesia selalu bersama dengan Mesir dalam situasi sulit seperti saat ini," lanjut dia, seperti ditayangkan dalam program Live Event Metro TV.

Jokowi menegaskan dirinya selalu mengulang-ulang pernyataan bahwa "kerja sama dalam memerangi terorisme dan radikalisme adalah kewajiban kita bersama." 

Kecaman serupa telah dilayangkan Kementerian Luar Negeri RI dan juga Majelis Ulama Indonesia. "Peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan dan menjadi catatan hitam dalam sejarah perjalanan hidup manusia," bunyi pernyataan MUI yang diterima Metrotvnews.com.

"Islam tidak membenarkan tindakan kekerasan, pembunuhan apalagi pembantaian orang yang sedang melaksanakan ibadah di dalam masjid," lanjut pernyataan itu.

Baca: MUI Kecam Keras Pengeboman Masjid Sinai

Polisi Sinai mengatakan, korban tewas termasuk sekitar 15 anak kecil. Namun ternyata jasad anak kecil yang ditemukan berjumlah 25.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi langsung menggelar rapat darurat tak lama setelah terjadinya ledakan ini dan menetapkan hari berkabung nasional selama tiga hari ke depan.

Pasukan keamanan Mesir berperang menghadapi sepak terjang kelompok militan Islamic State (ISIS) di Sinai utara, tempat bentrokan militan dengan polisi dan tentara yang menewaskan ratusan korban jiwa. Pertempuran di Sinai utara meningkat sejak tiga tahun terakhir.

 


(WIL)