Presiden Moon Tolak Pengembangan Senjata Nuklir di Korsel

Sonya Michaella    •    Jumat, 15 Sep 2017 11:50 WIB
korsel-korutrudal korut
Presiden Moon Tolak Pengembangan Senjata Nuklir di Korsel
Presiden Korsel, Moon Jae-in. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Seoul: Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in, terang-terangan menolak adanya kemungkinan pengembangan senjata nuklir di negaranya.

Ia menilai, jika Korsel mengembangkan senjata nuklir, dipastikan akan terbentuk perlombaan senjata nuklir di Asia Timur. Utamanya, hubungan Korsel pasti akan semakin menegang dengan Korea Utara (Korut).

"Saya tidak setuju bahwa Korsel perlu mengembangkan senjata nuklir, atau memindahkan senjata nuklir taktis dalam menghadapi ancaman nuklir Korut," kata Moon kepada CNN, Jumat 15 September 2017.

Meskipun ia tak mendukung adanya pengembangan senjata nuklir, namun Moon mendukung penuh pengembangan kemampuan militer Seoul untuk menghadapi provokasi dari Pyongyang.

Awal bulan ini, Menteri Pertahanan Korsel menyarankan perlunya meninjau pemindahan senjata nuklir taktis di Semenanjung Korea untuk mencegah ancaman dari Korut.

Menanggapi usulan ini, sebanyak 60 persen warga Korsel mendukung agar negaranya memiliki senjata nuklir sendiri, sementara 35 persen warga Korsel menentangnya.

"Jika kita memiliki senjata nuklir, berarti kita tidak menjaga stabilitas dan perdamaian di Semenanjung Korea," ujar Moon.

Ditanya mengenai kata-kata Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Twitter yang menyinggung bahwa Korsel hanya mengerti sedikit hal tentang Korut, Moon menganggap bahwa komentar Trump tak perlu dianggap serius.

"Saya percaya bahwa apa yang dimaksud Trump adalah tidak hanya Korsel dan AS, tapi juga Tiongkok dan Rusia, bekerja bersama menanggapi provokasi Korut," tutur dia.

Menanggapi uji coba nuklir Korut yang terlampau cukup sering, Moon mengatakan militer Korsel terus menggenjot latihan militer dan menyelesaikan peluncuran sistem pertahanan rudal AS atau THAAD.

Ia menambahkan, peluncuran rudal Korut adalah sebagian dari pembuktian dari stabilitas rezim dan ingin diterima sebagai negara tenaga nuklir.

Namun, masyarakat internasional tidak akan pernah menerima nuklir Korut dan khususnya, Korsel pun jelas menentang peluncuran rudal yang terus-menerus. 





(WIL)