Menristekdikti: Riset dan Inovasi Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

Willy Haryono    •    Rabu, 05 Apr 2017 17:33 WIB
indonesia-inggris
Menristekdikti: Riset dan Inovasi Harus Bermanfaat bagi Masyarakat
Menristekdikti Mohamad Nasir. (Foto: Antara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyambut baik perkembangan kerja sama Indonesia dengan Inggris di bidang penelitian dan inovasi. 

Sejak satu tahun lalu, Indonesia dan Inggris telah bekerja sama di bidang riset lewat kemitraan Newton UK-Indonesia Science & Technology Fund. Nota Kesepahaman (MoU) kemitraan itu telah ditandatangani di depan Presiden Joko Widodo dan David Cameron saat masih menjadi Perdana Menteri Inggris pada 2015. 

"Perkembangannya sangat baik. Dalam kerja sama ini, terlihat perubahan-perubahan mindset dalam riset yang selama ini berjalan. Bagaimana riset ke depan itu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkap Mohamad Nasir di Kemenristekdikti di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu 5 April 2017. 

Memberi manfaat dapat diartikan bahwa hasil dari penelitian dapat diterapkan dalam berbagai sektor kehidupan. Mohamad Nasir tidak ingin para peneliti hanya mengejar prestasi akademis tanpa berkontribusi langsung kepada masyarakat.


Mohamad Nasir dan Dubes Moazzam berjabat tangan. (Foto: MTVN/Willy Haryono)

"(Penelitian) jangan hanya menjadi setumpuk kertas di perpustakaan. Riset dan inovasi ini harus punya manfaat bagi Indonesia," ungkap Mohamad Nasir.  

Mohamad Nasir juga mendorong para peneliti di Indonesia untuk menggarap riset bertaraf internasional. Ia menginginkan agar para peneliti -- termasuk di kalangan dosen-dosen muda -- untuk memanfaatkan kemitraan riset dan inovasi dengan Inggris.

Namun Mohamad Nasir juga menyadari bahwa riset, terlebih yang bertaraf internasional, membutuhkan dana yang tidak sedikit. Ia berharap dana penelitian di Indonesia dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Peneliti jangan sampai sengsara dalam meneliti, tapi harus sejahtera juga," ucap dia. "Tapi jangan menabur garam di laut. Uang (penelitian) jangan habis begitu saja. Harus bisa memberikan makna dan value" kata Mohamad Nasir. 

Hari ini, memperingati satu tahun dana kemitraan Newton UK-Indonesia Science & Technology Fund, pemerintah Inggris dan Indonesia mengumumkan sepuluh proyek kolaborasi riset. 

"Inggris dan Indonesia telah berkomitmen dalam pendanaan riset bersama senilai GBP8 juta (setara Rp132 miliar) guna mendanai proyek kolaborasi riset terbaik," ucap Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik.


Mohamad Nasir dan Dubes Moazzam membuat vlog bersama. (Foto: MTVN/Willy Haryono)



(WIL)