Menlu Retno Bertolak ke Dhaka untuk Temui PM Bangladesh

Willy Haryono    •    Selasa, 05 Sep 2017 11:27 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Menlu Retno Bertolak ke Dhaka untuk Temui PM Bangladesh
Menlu Retno Marsudi bersama Dubes Indonesia untuk Myanmar Ito Sumardi dan Jubir Kemenlu Arrmanatha Nasir meninggalkan Yangon dan menuju Dhaka, Bangladesh, Selasa 5 September 2017. (Foto: Kemenlu RI)

Metrotvnews.com, Yangon: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meninggalkan Yangon dan bertolak menuju Dhaka untuk menemui Perdana Menteri Syekh Hasina serta Menlu Bangladesh Abul Hassan Mahmood Ali, Selasa 5 September 2017. 

Ini merupakan kelanjutan dari usaha Indonesia dalam berkontribusi mencari solusi atas kekerasan dan krisis kemanusiaan di Rakhine. 

Bangladesh adalah salah satu destinasi utama dari Muslim Rohingya yang berusaha melarikan diri dari operasi militer Myanmar di Rakhine. Operasi digelar dalam merespons serangan sekelompok militan yang menyerang beberapa pos polisi Myanmar pada 25 Agustus. 

Senin kemarin, Menlu Retno telah bertemu pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi di Naypyidaw dan menyampaikan usulan formula 4+1. 

"Empat usulan pertama mengenai perdamaian dan keamanan, kedua perlindungan maksimum, menahan diri dan tanpa kekerasan, ketiga perlindungan tanpa memandang etnis dan agama, serta akses penyaluran bantuan kemanusiaan," ujar Menlu Retno dalam wawancara khusus dalam program Metro Hari Ini

Baca: Myanmar Didesak Seret Suu Kyi ke Mahkamah Pidana Internasional

Satu usulan lainnya adalah implementasi laporan Kofi Annan, Ketua Komisi Penasihat Negara Bagian Rakhine yang ditunjuk Pemerintah Myanmar sendiri. Menurut Menlu Retno, Suu Kyi menanggapi positif usulan dengan formula 4+1 yang disampaikan Indonesia.

Selain dengan Suu Kyi, Menlu Retno telah bertemu dengan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar dan tiga menteri terkait krisis di Rakhine, yang hingga sejauh ini telah menewaskan sekitar 400 orang. 

Sementara itu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan 87 ribu pengungsi Rohingya telah menyeberang dari Myanmar ke Bangladesh. Di sana, mereka tinggal di sejumlah kamp penampungan.

Meski Bangladesh sudah menyatakan akan menutup perbatasannya, namun petugas perbatasan masih mengizinkan masuk sejumlah pengungsi Rohingya. 




(WIL)