RI-Malaysia Masih Bisa Rundingkan Situasi TKI Tanpa Joint Working Group

Sonya Michaella    •    Jumat, 14 Jul 2017 13:35 WIB
tki ilegal
RI-Malaysia Masih Bisa Rundingkan Situasi TKI Tanpa Joint Working Group
Sekretaris I BNP2TKI, Hermono (Foto: Fajar Nugraha/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Permasalahan penahanan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) asal Indonesia ini tampaknya akan berlarut agak lama. 
 
Indonesia, sebagai penyumbang tenaga kerja terbesar ke Malaysia, siap untuk kapanpun duduk bersama dengan Malaysia untuk membicarakan hal ini.
 
 
Sementara itu, pihak Malaysia melalui Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato Sri Zahrain Mohammed Hashim mengatakan, wadah untuk membicarakan soal TKI, sudah ada tiap tahunnya yang bernama Joint Working Group.
 
"Terkait Joint Working Group ini, forum tersebut ada di dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ada antara Indonesia dan Malaysia dan MoU ini sudah berakhir sejak Mei 2016 lalu," kata Sekretaris I BNP2TKI, Hermono, di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat 14 Juli 2017.
 
Menurut Hermono, Indonesia tak perlu terjebak dalam situasi di mana Joint Working Group sudah tidak aktif lagi saat ini.
 
"Kita bisa duduk bersama untuk membicarakan hal-hal ini, terlepas dari tidak aktifnya Joint Working Group tersebut," ungkap Hermono.
 
Hermono menegaskan, Indonesia tidak mendesak untuk digelarnya pertemuan terkait permasalahan ini. Namun, jika Malaysia mengajak Indonesia untuk bertemu, kapanpun Indonesia siap untuk menghadirinya.
 
Selain itu, Indonesia sudah mengajukan draf perundingan ke Malaysia sejak November 2016 lalu. Namun, lanjut dia, sampai saat ini belum ada tanggapan dari Malaysia soal draf itu.
 
Hermono menambahkan, Indonesia juga berkomitmen untuk mengurangi jumlah pekerja asing tanpa dokumen di luar negeri, terutama di Malaysia. Artinya, program rehiring dan E-Kad dari Malaysia ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia.
 
"Kita juga berkepentingan dengan pekerja asing kita yang tanpa dokumen itu, di Malaysia, semakin lama semakin berkurang. Kita memandang itikad dari program rehiring ini juga baik," pungkas dia.



(FJR)