Aksi Dukung Ahok di Luar Negeri, WNI Diimbau Taati Peraturan

Sonya Michaella    •    Jumat, 12 May 2017 18:12 WIB
wni
Aksi Dukung Ahok di Luar Negeri, WNI Diimbau Taati Peraturan
Jubir Kemenlu RI Arrmanatha Nasir (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

 Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Luar Negeri RI lewat juru bicaranya, Arrmanatha Nasir memberikan imbauan bagi para Warga Negara Indonesia (WNI) yang dikabarkan akan melaksanakan penyalaan lilin untuk keadilan hukum di Indonesia terkait vonis dua tahun penjara terhadap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
 
"Kegiatan seperti ini kan dilakukan oleh masyarakat, bukan dari KBRI atau KJRI. Kami mengimbau agar para WNI yang ikut serta tetap menaati peraturan yang ada di negara yang mereka tinggali," kata Arrmanatha, di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat 12 Mei 2017.
 
Sekumpulan WNI yang berada di Amerika Serikat (Los Angeles, Dallas, Manhattan, New York, Seattle, San Fransisco, Toronto, Washington DC), Australia (Perth, Melbourne, Sydney), Belanda (Den Haag, Utrecht, Amsterdam, Groningen) dan Kanada (Vancouver) dikabarkan akan menggelar aksi solidaritas dan penyalaan lilin untuk membela Ahok.
 
Sejumlah negara-negara sahabat Indonesia yang tergabung dalam keanggotaan Uni Eropa juga menyayangkan putusan pengadilan untuk Ahok. Bahkan, badan HAM PBB untuk Asia dan juga Parlemen ASEAN untuk HAM mengecam hukum di Indonesia dan meminta Indonesia menilik kembali hukum itu, terutama UU penistaan agama.
 
Pernyataan resmi Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam meminta Indonesia mempertahankan tradisi toleransi dan pluralisme. 
 
"Uni Eropa selalu memuji kepemimpinan Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, sebagai demokrasi yang kuat dan negara yang bangga atas tradisi toleransi dan pluralisme yang dimilikinya," sebut pernyataan itu.
 
Tak hanya itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik juga sangat menyayangkan bahwa Ahok harus mendekam di bui selama dua tahun.
 
"Saya kenal @basuki_btp. Mengagumi kerjanya untuk Jakarta. Percaya dia tidak anti-Islam. Doa saya untuk Bu Vero (Veronica Tan, istri Ahok) dan keluarga. Para pemimpin harus menjaga toleransi dan kerukunan," kata Moazzam dalam akun Twitter-nya @MoazzamTMalik, yang diunggah sekitar pukul 18.00 WIB, Selasa 9 Mei 2017.
 
Ahok dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 156a KUHP mengenai penodaan agama. Putusan itu lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menginginkan Ahok dipidana satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun. Jaksa menilai, Ahok hanya melanggar Pasal 156 KUHP sedangkan dakwaan melanggar Pasal 156a KUHP tidak terbukti.
 
Ahok menyatakan akan mengajukan banding atas putusan hakim. Sementara itu, jaksa penuntut umum belum memutuskan langkah apa pun.



(FJR)