Iran Siap Tawarkan Persenjataan untuk Indonesia

Sonya Michaella    •    Selasa, 18 Apr 2017 10:10 WIB
indonesia-iran
Iran Siap Tawarkan Persenjataan untuk Indonesia
Acara peringatan Hari Angkatan Bersenjata Iran, 17 April 2017. (Foto: Sonya Michaella/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Memperingati Hari Angkatan Bersenjata-nya, Iran berkomitmen ingin memperluas hubungan bilateral dengan Indonesia di bidang keamanan dan pertahanan.

"Industri pertahanan di negara kami cukup maju karena kami memiliki teknologi-teknologi canggih dan kami siap untuk membagikannya dengan Indonesia," kata Atase Militer Kedutaan Iran di Indonesia, Kolonel Shahriar Dasin, ketika ditemui awak media di Hotel Borobudur, Senin 17 April 2017.

"Kami harus mengakui bahwa hubungan politik dan perekonomian Indonesia dan Iran sangat baik dan sedang berkembang juga," lanjutnya.

Seluruh persenjataan asal Iran siap ditawarkan kepada Indonesia. Jika Indonesia sudah menyatakan kebutuhannya, Iran siap untuk memenuhi. 

Kolonel Dasin mengungkapkan, ancaman yang diterima Iran dan Indonesia adalah ancaman yang sama, terutama dari sejumlah kelompok terorisme.


Atase Militer Kedutaan Iran di Indonesia, Kolonel Shahriar Dasin/MTVN

"Kami telah memberikan kontrol dan perlawanan kepada teroris dan kelompok-kelompok radikal bukan hanya dilapangan tetapi juga di dunia maya dan dilingkungan siber juga," tuturnya.

Kerja sama dengan Indonesia di bidang siber ini pun saat ini sedang dijajaki, meski langkah konkrit dari kedua negara belum ada termasukk kesepakatan atau MoU.

Di samping itu, Iran juga terus berkomitmen untuk memerangi kelompok militan Islamic State (ISIS) dan kelompok teroris lainnya.

"Sekarang, Iran secara aktif memerangi ISIS. Negara-negara yang berada di kawasan kami juga sudah menerima peran aktif yang kami mainkan untuk melawan kelompok radikal tersebut," 

Iran yakin bahwa notifikasi dan sejumlah pernyataan yang dikeluarkan telah diterima negara-negara sekutunya dengan baik. Iran pun optimistis kesuksesan dan keberhasilan akan dicapai jika negara-negara tersebut mau bekerja sama.

"Kami sekarang ini merupakan negara yang ikut secara aktif bersama Rusia dalam berbagai diskusi, negosiasi, maupun perundingan perdamaian di kawasan," jelasnya.



(FJR)