Bangladesh Larang Stasiun Televisi Islam Mengudara

Sonya Michaella    •    Selasa, 12 Jul 2016 14:43 WIB
konflik bangladesh
Bangladesh Larang Stasiun Televisi Islam Mengudara
Polisi Bangladesh lakukan penangkapan terhadap tersangka militan (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Dhaka: Bangladesh akan melarang penyiaran stasiun TV bernuansa Islam, Peace TV. Pelarangan menyusul serangan di sebuah kafe di Ibu Kota Dhaka yang menewaskan 22 orang pada dua pekan lalu.
 
"Peace TV tidak konsisten dengan masyarakat Islam, konstitusi Bangladesh, maupun budaya, kebiasaan, dan ritual kami," kata Menteri Informasi Bangladesh Hasanul Haq Inu, seperti dikutip BBC, Selasa (12/7/2016).
 
Stasiun TV dengan siaran 24 jam tersebut mengudara dari Dubai dalam bahasa Inggris, Urdu, dan Bengali.
 
Keputusan pemerintah itu diambil karena kekhawatiran pandangan-pandangan garis keras di stasiun TV tersebut akan membuat kaum muda menjadi radikal.
 
Pendiri yayasan sekaligus pemilik Peace TV, Dr Zakir Naik, membantah tuduhan bahwa ceramahnya bisa menjadi inspirasi bagi para pelaku kekerasan.
 
Naik juga merupakan pendiri dan presiden Yayasan Penelitian Islam yang bermarkas di Mumbai. Diketahui, ia pernah dilarang masuk ke Inggris dengan alasan ada perilakunya yang tak sesuai dan tak bisa diterima.
 
Pria berusia 50 tahun itu juga membantah bahwa salah seorang penyerang di kafe Dhaka terinsipirasi oleh ceramahnya dan menuduh media mencari sensasi dari pemberitaan tersebut.



(FJR)