Obama Tegaskan AS akan Selalu Ada untuk Asia

Willy Haryono    •    Selasa, 06 Sep 2016 17:09 WIB
ktt asean
Obama Tegaskan AS akan Selalu Ada untuk Asia
Barack Obama berpidato di Laos, Vientiane, 6 September, dalam kunjungan terakhirnya ke Asia Pasifik sebagai presiden AS. (Foto: AFP/NOEL CELIS)

Metrotvnews.com, Vientiane: Barack Obama, dalam kunjungan terakhirnya ke Asia sebagai Presiden Amerika Serikat, menegaskan bahwa kedekatan Negeri Paman Sam dengan kawasan akan tetap lestari setelah dirinya meninggalkan Gedung Putih. 

"Ketertarikan Amerika di Asia Pasifik bukan hal baru. Ini bukan sekadar angin lalu. Ini merefleksikan banyak kepentingan bersama," ujar Obama dalam pidatonya dalam rangkaian acara KTT ASEAN di Vientiane, ibu kota dari Laos, Selasa (6/9/2016). 

Ini merupakan kunjungan kesebelas dan terakhir Obama ke Asia-Pasifik, yang sejak awal bertekad menjadikan Asia sebagai poros dari kebijakan luar negeri AS. 

Selama berpidato, Obama mencoba menyimpulkan dari kebijakan luar negerinya, yang terkadang terganggu serangkaian aksi kekerasan dan ketidakstabilan di Timur Tengah. 

"Sebagai presiden, prioritas kunci dari kebijakan luar negeri saya adalah memperdalam pendekatan kami dengan negara-negara Asia Pasifik beserta warganya," kata Obama, yang mengaku optimistis kedekatan AS dengan Asia ini akan abadi. 

Obama mengaku senang dengan meningkatnya kerja sama militer dan perdagangan AS dengan beberapa negara Asia seperti Filipina, Singapura dan India. Ia berjanji kedekatan ini akan berlanjut. 

"Kami ada di sini untuk tinggal. Saat senang maupun susah, Anda semua dapat mengandalkan Amerika Serikat," tutur Obama, seperti dikutip AFP.

Tiongkok dan Laut China Selatan


Obama dalam kunjungannya ke Laos. (Foto: AFP) 

Tiongkok juga disinggung Obama sebagai negara yang dinilainya selalu mencurigai kebijakan luar negeri AS. "AS dan Tiongkok saat ini bekerja sama di lebih banyak sektor dari sebelum-sebelumnya," ungkap Obama kepada para delegasi. 

Ia menambahkan, Washington "menyambut baik berkembangnya Tiongkok sebagai negara damai, stabil, sejahtera serta bertanggung jawab dalam urusan global, karena kami meyakini itu akan menguntungkan kita semua. 

Namun Obama, yang masa jabatannya akan berakhir pada Januari 2017, juga menekankan kembali sikap AS terkait sengketa perairan di Laut China Selatan. 

"Di seantero wilayah, termasuk di Laut China Selatan dan Timur, AS akan terus terbang, berlayar dan beroperasi di dalam koridor hukum internasional serta mendukung hak semua negara untuk melakukan hal yang sama," tutup dia.


(WIL)