Indonesia Harap Myanmar Segera Pulihkan Situasi di Rakhine

Sonya Michaella    •    Senin, 21 Nov 2016 17:29 WIB
konflik myanmar
Indonesia Harap Myanmar Segera Pulihkan Situasi di Rakhine
Sederet rumah yang dibakar dalam ketegangan antara pasukan pemerintah dengan minoritas Muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar, 14 Oktober 2016. (Foto: AFP/YE AUNG THU)

Metrotvnews.com, Jakarta: Keadaan di Rakhine, Myanmar semakin memprihatinkan. Lebih dari 100 Muslim Rohingya diduga ditembak mati tentara Myanmar dalam ketegangan yang sudah berlangsung sejak Oktober.

Terjunnya pasukan pemerintah ke Rakhine dipicu serangkaian serangan terkoordinasi dan mematikan di pos perbatasan polisi sebulan lalu.

Indonesia, sebagai negara tetangga Myanmar dan juga sama-sama anggota ASEAN, menyampaikan keprihatinan dengan perkembangan yang terhadi beberapa pekan ini.

"Pemerintah Indonesia mengikuti secara seksama perkembangan yang ada di Rakhine. Pemerintah mendorong dan mengharapkan Myanmar dapat segera memulihkan situasi di Rakhine," ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, di Jakarta, Senin (21/11/2016).

Selama ini, Indonesia banyak membantu kemajuan dan kerja sama dengan pemerintah Myanmar, baik di Rakhine maupun dalam urusan demokrasinya. "Secara bilateral kita terus mendorong dan bekerja sama memajukan demokratisasi dan memajukan prinsip HAM dan desentralisasi," lanjut Arrmanatha.

Indonesia juga telah membuat sekolah untuk warga Muslim dan non Muslim di Myanmar, selain itu juga aktif di organisasi internasional seperti PBB dan OKI.


Tentara Myanmar berpatroli di Maundaw, Rakhine. (Foto: AFP)

"Semua langkah kita lakukan untuk mendorong kemajuan di Myanmar dalam mengatasi tantangan termasuk di Rakhine. Pada intinya, kita terus mendorong dan siap membantu Myanmar untuk permasalahan yang mereka hadapi saat ini," tuturnya.

Arrmantha mengungkapkan Indonesia siap membantu apabila Myanmar ingin belajar dari pengalaman sebagai sesama negara multi etnis.

"Bagaimana menjaga keharmonisan negara kita, kita siap sampaikan bantuan kapasitas mengenai demokrasi HAM terus kita ingatkan," pungkasnya.

Hingga saat ini hubungan Indonesia dan Myanmar berjalan baik, yang ditandai dengan kelancaran komunikasi antar menteri luar negeri kedua negara. 

Lebih dari 1.000 rumah di desa-desa Rohingya telah diratakan dengan tanah di Rakhine, Myanmar. Aksi penghancuran itu dipaparkan berdasarkan analisis citra satelit dari Human Rights Watch (HRW) yang dirilis, Senin 21 November.


(WIL)