Peran Aktif Indonesia Cegah Radikalisasi di Penjara

Fajar Nugraha    •    Rabu, 30 Nov 2016 19:57 WIB
terorisme
Peran Aktif Indonesia Cegah Radikalisasi di Penjara
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Penjara bisa menjadi potensi sebagai tempat berkembang radikalisme dan ekstremisme. Indonesia pun berperan aktif untuk menangkal potensi itu.
 
Guna mencegah penjara menjadi sarang perkembangan radikalisme, Kementerian Luar Negeri akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pertemuan Pleno Ketiga Global Counter-Terrorism Forum Detention and Reintegration Working Group di Batam pada 1-2 Desember 2016. 
 
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari dua pertemuan serupa sebelumnya di Bali pada 2014 dan di Sydney pada 2015.
 
Pertemuan akan dibuka oleh Direktur Jenderal Multilateral Kemenlu RI Hasan Kleib dan Duta Besar Australia Bidang Penanggulangan Terorisme. Dalam Working Group tersebut, Indonesia berperan sebagai Ketua Bersama bersama Australia.
 
"Pertemuan mengundang kalangan pemerintah, praktisi, pakar, dan akademisi dari 43 negara dan sejumlah organisasi internasional," pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (30/11/2016).
 
"Pertemuan akan membahas mengenai penanganan narapidana terorisme di dalam lapas, termasuk pentingnya modul program deradikalisasi, serta penguatan kapasitas para petugas lapas. Diantaranya guna mencegah berkembangnya radikalisme di dalam lapas dan mengantisipasi potensi residivisme narapidana teroris," lanjut pernyataan tersebut.
 
Dibentuk pada 2011, Global Counter-Terrorism Forum merupakan forum kerja sama multilateral terkait penanggulangan terorisme. Kerja sama ini mencakup aspek penanganan terhadap paham kekerasan ekstrim, penegakan hukum, penanganan narapidana terorisme di lapas, dan anggota teroris asing.



(FJR)