Uni Eropa akan Alami Guncangan tanpa Inggris

Sonya Michaella    •    Rabu, 19 Oct 2016 08:06 WIB
brexit
Uni Eropa akan Alami Guncangan tanpa Inggris
Uni Eropa akan alami guncangan setelah ditinggal Inggris (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Uni Eropa dinilai akan mengalami keguncangan usai Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit.

"Beberapa aspek akan timpang, karena Inggris adalah salah satu negara (yang dulu) anggota Uni Eropa yang sangat kuat," kata Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Yuri Thamrin, pada kuliah umum di Universitas Indonesia, Selasa (18/10/2016).

Ia menilai Uni Eropa akan kehilangan penguat ekonomi blok itu sendiri. "Brexit membuat pertumbuhan ekonomi Uni Eropa mengalami pelemahan," lanjutnya.

Mantan juru bicara Kementerian Luar Negeri RI ini juga mengatakan, di aspek keamanan, Uni Eropa juga melemah karena ditinggal Inggris.

"Uni Eropa sebetulnya sangat butuh Inggris, terutama untuk melawan Rusia. Inggris itu negara yang sangat kuat, di bidang pertahanan juga," tutur Yuri.

Di Dewan Keamanan PBB, imbuhnya, Uni Eropa hanya memiliki satu kursi anggota tetap, yaitu Prancis.


Dubes RI untuk Belgia, Luksemburg, Uni Eropa, Yuri O.Thamrin/MTVN

Tak hanya itu, keputusan Inggris mengeluarkan diri dari Uni Eropa juga dinilai karena aturan Uni Eropa yang mengharuskan semua negara anggotanya menerima imigran.

"Inggris itu sensitif untuk masalah identitas. Inggris jelas menolak para imigran yang tidak tahu asalnya dari mana untuk tinggal di Inggris," ungkap Yuri yang sebelumnya juga pernah menjadi dubes RI untuk Inggris.

Di sini, lanjutnya, Uni Eropa sebenarnya tak bisa mengatasi permasalahannya sendiri. Menurut Yuri, Uni Eropa tak bisa paksakan kehendaknya agar semua negara anggotanya terbuka menerima imigran.

Setelah referendum Brexit pada Juni 2016 lalu, masih ada proses yang cukup panjang untuk Inggris benar-benar keluar dari Uni Eropa.

"Posisi ini yang kita belum tahu bagaimana ke depannya. Inggris melawan negara-negara besar lainnya, pasti akan ada sedikit ketegangan," ucap Yuri.

Ancaman teror di Eropa

Yuri yang menjadi perwakilan Indonesia di tiga negara Eropa mengungkapkan bahwa ancaman teror di Eropa sangatlah nyata.

"Sekarang persoalannya bukan 'if', tapi adalah 'when'. Kapan mereka akan menyerang lagi ke negara-negara Eropa," tutur Yuri.

Yuri juga mengungkapkan bahwa para militan-militan Islamic State (ISIS) dan juga kelompok teroris lain sudah memiliki 'tempat persembunyian' di wilayah-wilayah Eropa.

"Hal ini yang harus diwaspadai Eropa sendiri. Sebab mereka sudah ada di Eropa, warga Eropa harusnya bisa lebih waspada serangan datang sewaktu-waktu," pungkasnya.


(AHL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

5 hours Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA