Konfirmasi Belum Diterima RI Soal Tiga WNI Tewas Oleh Militer Filipina

Sonya Michaella    •    Kamis, 27 Apr 2017 19:55 WIB
isiswnifilipina
Konfirmasi Belum Diterima RI Soal Tiga WNI Tewas Oleh Militer Filipina
Jubir Kemenlu RI Arrmanatha Nasir (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir mengatakan sampai pagi tadi belum diterima notifikasi konsuler adanya tiga WNI yang menjadi korban gempuran militer Filipina di Lanao del Sur, Manila, kemarin.
 
 
"Pagi ini Menlu Retno berkomunikasi dengan Plt Menlu Filipina, meminta bantuan agar KJRI Davao dibantu untuk dapat mengonfirmasi apakah benar ada WNI yang jadi korban," kata Arrmanatha di Jakarta, Kamis 25 April 2017.
 
"Sampai sekarang juga militer Filipina belum memberi konfirmasi yang pasti kepada kita, termasuk konfirmasi soal ditemukannya paspor Indonesia dalam kejadian tersebut," lanjut dia.
 
Terdengar agak aneh karena sampai sekarang Indonesia belum mendapat konfirmasi yang pasti tetapi militer Filipina sudah membuat pernyataan kepada media bahwa ada tiga WNI ikut tewas dalam gempuran mereka terhadap kelompok Maute yang berafiliasi dengan Islamic  State (ISIS).
 
"Iya kita kan menghadapi sistem dan cara bekerja dari negara lain. Saya tidak tahu motifnya apa sampai sudah ada pernyataan ke media tanpa notifikasi resmi ke kami," ungkap dia.
 
Arrmanatha menegaskan, saat ini KBRI Manila dan KJRI Davao terus berupaya mencari konfirmasi yang sebenar-benarnya terkait ditemukannya paspor Indonesia di Lanao del Sur tersebut.
 
"Ditemukan katanya di daerah operasi. Tapi belum tahu juga. Kita juga belum tahu paspornya asli atau bukan," tukasnya.
 
 
Dilansir Strait Times, militer Filipina mengklaim telah membunuh 37 militan kelompok Maute di mana empat militannya adalah warga negara asing, yaitu tiga WNI dan satu warga Malaysia.
 
Bersamaan dengan gempuran itu, militer Filipina juga menemukan bendera ISIS, laptop, sejumlah bahan peledak dan kamera yang diduga untuk merekam perekrutan militan baru.
 
Militer Filipina menyerang para militan menggunakan pesawat jet FA-50, helikopter tempur, pesawat pengebom dan artileri, tepatnya di kamp Maute yang dikuasai militan.
 
Juru bicara pasukan yang menggempur militan ISIS tersebut, Letnan Kolonel Jo-ar Herrera, mengatakan bahwa tentara menemukan paspor asing milik militan yang tewas. Namun ia menolak menjelaskan lebih lanjut.



(FJR)