Duterte Berantas Narkoba, Korban Tewas Terus Bertambah

Arpan Rahman    •    Kamis, 17 Aug 2017 16:25 WIB
filipina
Duterte Berantas Narkoba, Korban Tewas Terus Bertambah
Duterte menyatakan sikap tegas untuk menghancurkan oknum perdagangan obat bius (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Manila: Sebanyak 25 pelaku kejahatan tewas, termasuk 14 orang dalam operasi anti-narkoba, semalam di Manila ibu kota Filipina. Malam kedua pertumpahan darah pekan ini di kala meningkatnya perang sengit Presiden Duterte terhadap obat-obatan terlarang.
 
 
Peristiwa pembunuhan, Kamis 17 Agustus 2017, di seantero Manila menyusul 32 kematian dalam operasi polisi yang hampir bersamaan, pada Senin malam sampai Selasa, di provinsi Bulacan. Aksi ini menandai periode paling mematikan dari tindakan keras Duterte yang kontroversial. Ia telah membunuh ribuan orang Filipina.
 
Joel Napoleon Coronel, Kepala Kepolisian Distrik Manila, mengatakan kepada wartawan bahwa 14 orang terbunuh dalam operasi kilat dan 11 korban tewas lainnya adalah perampok yang juga terlibat dalam narkotika.
 
Identitas para pembunuh 11 orang tersebut tidak diketahui dan insiden tersebut sedang diselidiki, menurut laporan polisi.
 
Pada Rabu 16 Agustus, Presiden Duterte memuji operasi tersebut. Sembari menambahkan bahwa dia akan memerintahkan penembakan para pendukung hak asasi manusia.
 
"Ayo bunuh 32 lagi hari ini, mungkin kita bisa mengurangi penyakit yang terjadi di negara ini," media setempat mengutip Duterte dalam sebuah pidato peringatan Relawan Anti Tindak Pidana dan Korupsi di kantor kepresidenan.
 
Perang agresif pemerintah memberantas narkoba, mengakibatkan ribuan pembunuhan, sudah mendapat kutukan dari berbagai advokat hak asasi manusia. Tidak hanya di negara itu, tapi juga dari luar negeri.
 
Presiden Filipina berkata bahwa dirinya sudah memperkirakan protes dari para pendukung hak asasi manusia. Ia meyakinkan bahwa dia mendukung polisi. 
 
Seraya mengecam kelompok hak asasi manusia lokal dan internasional karena mengutuk perang obat bius. Katanya, kelompok-kelompok itu menutup mata terhadap korban kejahatan yang disebabkan narkoba.
 
"Banyak yang terbunuh karena polisi sedang bekerja. Mereka terlindung di bawah pengawasan saya," cetusnya seperti dilansir Al Jazeera, Kamis 17 Agustus 2017.
 
"Katakan kepada mereka (pembela hak asasi manusia), 'polisi, kau tembak mereka yang menjadi bagian dari itu. Jika mereka menghalangi keadilan, kau menembak mereka'," katanya.
 
Terlepas dari kecaman kritik, Duterte menyatakan sikap tegas untuk menghancurkan oknum perdagangan obat bius, yang menurutnya "merugikan kehidupan rakyat".
 
Kepala Polisi Romeo Caramat mengatakan bahwa serangkaian serangan telah menyebabkan penangkapan 109 tersangka narkoba dan perampasan 34 senjata api, dua granat, dan 14 amunisi aktif. Dia katakan, senilai USD19.500 metampetamin dan 765 gram ganja juga sudah ditemukan.



(FJR)