Sambangi Istiqlal, Wapres AS Saksikan Bukti Toleransi Indonesia

Yasmin Alvina, Sonya Michaella    •    Kamis, 20 Apr 2017 17:47 WIB
indonesia-as
Sambangi Istiqlal, Wapres AS Saksikan Bukti Toleransi Indonesia
Wapres AS Mike Pence kunjungi Masjid Istiqlal (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Jakarta: Kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence ke Masjid Istiqlal Kamis 20 April, diharapkan mengurangi sentimen warga Amerika terhadap Islam, terlebih pada saat pemerintahan Presiden Donald Trump saat ini.
 
Di antara puluhan tokoh agama yang hadir adalah Yenny Wahid, putri almarhum mantan pemimpin organisasi Islam terbesar dunia Nahdlatul Ulama yang juga presiden keempat Indonesia Abdurrahman Wahid. Selain itu, mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin juga hadir dalam pertemuan yang tertutup bagi media tersebut.
 
"Saya sempat tanya soal pelarangan masuknya Muslim, Pence bilang itu salah persepsi. Itu karena masalah keamanan negara mereka di mana Muslim yang masuk ke AS harus dicek," kata Yenny Wahid di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis 20 April 2017.
 
Dikatakan, Pence sangat terkesan dengan keramahan Indonesia dan keragaman yang dipraktekkan di sini. Terlihat dari simbol pluralisme yang ada di mana Masjid Istiqlal berhadapan langsung dengan Gereja Katedral.
 
"Ia berharap banyak kepada Indonesia agar bisa memainkan peran yang lebih besar lagi secara global dalam menyebarkan toleransi dan keberagaman ke seluruh dunia," tuturnya.
 
Toleransi Indonesia
 
Yenny menambahkan, Pence menyadari justru Muslim di Indonesia harusnya bisa memberi inspirasi bagi seluruh warga dunia khususnya komunitas Muslim di banyak negara.
 
"Tidak ada larangan warga Muslim pergi ke Amerika. Itu kan hanya untuk negara-negara yang rawan konflik yang AS sendiri juga ingin memperketat pengamanan negara," ungkap dia.
 
"Kita sangat berharap dengan datangnya Pence ke Indonesia, dia bisa lihat sendiri bahwa tidak perlu ada ketakutan terhadap Islam. Dan masyarakat Indonesia adalah masyarakat toleran menghargai keberagaman dan melindungi minoritas," pungkas Yenny.
 
Pemerintah Indonesia juga selama ini menyebut berhasil membangun bangsa sehingga bisa menjadi contoh bagaimana Islam bisa berdampingan dengan toleransi dan demokrasi. Hal ini kontras dengan negara-negara Teluk yang berpandangan radikal soal agama, meski banyak konflik SARA pada masa lalu.


Wapres AS Mike Pence bersama keluarga di Masjid Istiqlal (Foto: AFP).

 
Amerika Serikat juga berkepentingan dengan Islam moderat yang tumbuh di Indonesia mengingat negara tersebut sering menjadi target utama operasi teroris berjaringan internasional. Indonesia juga beberapa kali mengalami serangan terorisme serupa. 
 
Sejak bom Bali 2002, kedua negara terus meningkatkan kerja sama kontraterorisme. Amerika Serikat mendanai dan melatih unit khusus Detasemen 88 di Indonesia yang mempunyai tugas utama memerangi terorisme.
 
"Amerika Serikat bangga menjadi salah satu mitra pertahanan yang paling lama, dan kami berkomitmen melanjutkan kemitraan ini," kata Pence setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo sesaat sebelum mengunjungi Istiqlal.
 
"Indonesia sudah tidak asing lagi dengan serangan teror, seperti yang terjadi pada bulan Januari tahun lalu di Jakarta," kata Pence merujuk pada peristiwa pengeboman kelompok bersenjata ISIS di pos polisi, Sarinah, yang
menewaskan delapan orang.
 
Selain kerja sama terorisme, Pence juga akan membahas berbagai isu ekonomi dan memperkuat kemitraan strategis. 

(FJR)