DK PBB Jadwalkan Pertemuan Darurat Nuklir Korut

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 04 Sep 2017 14:08 WIB
rudal korut
DK PBB Jadwalkan Pertemuan Darurat Nuklir Korut
Dewan Keamanan PBB. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) akan menggelar pertemuan darurat di New York, Amerika Serikat (AS), Senin 4 September 2017. Pertemuan dilakukan untuk membahas uji coba nuklir oleh Korea Utara (Korut).

AS, Inggris, Prancis, Jepang dan Korea Selatan meminta pertemuan darurat ini dilakukan pukul 10 pagi waktu New York.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebelumnya telah mengutuk uji coba nuklir Korut. Menurutnya, tindakan Pyongyang dapat membuat kestabilan dan keamanan regional terganggu.

"Tindakan ini merupakan pelanggaran serius lain terhadap kewajiban internasional Korea Utara dan merongrong upaya non-proliferasi dan pelucutan senjata internasional," ujar Guterres dalam pernyataan tertulis.

"Aksi tersebut juga sangat menggoyang keamanan regional, karena Korut adalah satu-satunya negara yang terus melanggar norma terhadap uji coba nuklir," imbuhnya.

Guterres meminta Pyongyang patuh terhadap kewajiban internasional dengan menghentikan tindakan tersebut.

Sementara itu di Washington, Presiden AS Donald Trump membentuk tim keamanan nasional untuk mempertimbangkan beragam pilihan, termasuk memberikan sanksi ekonomi drastis untuk Korut. Lewat akun Twitter pribadinya, Trump berceloteh akan membuat Korut menderita.

Aktivitas Seismik Tak Wajar

Sementara itu Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders, menuturkan bahwa tim keamanan nasional AS tengah memantau perkembangan situasi dengan ketat. Hal ini disampaikan usai pertemuan darurat tim keamanan nasional AS pada akhir pekan kemarin.

Korut mengklaim telah sukses melakukan uji coba nuklir keenam. Pemimpin tertinggi mereka, Kim Jong-un, mengaku puas dengan uji coba tersebut.

Aktivitas seismik tidak wajar terdeteksi saat uji coba nuklir. Menurut data Badan Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS, Minggu 3 September 2017, gempa berkekuatan 6,3 Skala Richter di wilayah timur laut Korut kemungkinan berasa dari "sebuah ledakan."

Laporan awal USGS menyebut kekuatan gempa di angka 5,6 SR dengan kedalaman 10 kilometer. Namun data itu direvisi menjadi 6,5 SR di kedalaman 0 km. 




(WIL)