Mahathir: Demokrasi Indonesia Sudah Mapan

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 29 Jun 2018 15:56 WIB
presiden jokowiindonesia-malaysiamahathir mohamad
Mahathir: Demokrasi Indonesia Sudah Mapan
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad (Foto:AFP)

Bogor: Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad membahas mengenai sistem demokrasi dalam pertemuan mereka. Mahathir mengatakan kedua negara saling belajar melaksanakan demokrasi.

"Tadi saya tanya sama Bapak Presiden. Keduanya bicara mengenai compare mengenai demokrasi. Saya bicara dengan teman-teman dari Kementerian Luar Negeri-nya, jadi demokrasi Malaysia melihat demokrasi di Indonesia maju. Dalam arti mereka juga melihat penyelenggaraan pilkada kemarin. Jadi demokrasi di Indonesia sudah mapan," ujar Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, di Istana Bogor, Jumat 29 Juni 2018.

Meski demokrasi di Indonesia dinilai berjalan baik, Retno mengatakan ada sejumlah tantangan harus dihadapi. Inilah yang menjadi bahan pembelajaran bagi Jokowi dan Mahathir dalam memimpin bangsa.

Mahathir dalam pernyataan bersama mengatakan permasalahan yang dialami negara-negara yang baru memiliki sistem demokrasi yakni tidak adanya pihak yang ingin mengalah usai pemilu. Sebab itu, demokrasi yang baik perlu dipelajari agar masing-masing pihak dapat menerima hasilnya.

"Satu dari masalah yang kita lihat berada di negara-negara yang baru punya sistem demokrasi. Mereka cuma ingin menang, nggak mau kalah sama sekali. Kalau kalah adakan demonstrasi dan serangan dan huru-hara akan berlaku usai pemilu, tapi kalau kita amalkan demokrasi, kita akan terima hakikat. Kalau persaingan tentu ada yang menang dan kalah. Yang kalah harus terima kekalahan dan tidak menimbulkan masalah, sehingga pemilu diadakan sekali lagi, 5 atau 4 tahun ke depan itu hal yang terbaik," ujarnya.

Mahathir tiba di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat. Mahathir yang tiba bersama sang istri, Siti Hasmah, langsung disambut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Widodo. Mahathir tiba sekitar pukul 10.00 WIB.

Hadir di antaranya Menteri Politik Hukum dan HAM Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri PDT Eko Sandjodjo, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. 

 


(WAH)