Paspor WNI Terduga Militan Pernah Ditemukan April 2017

Sonya Michaella    •    Kamis, 02 Nov 2017 13:25 WIB
wniterorisme di filipina
Paspor WNI Terduga Militan Pernah Ditemukan April 2017
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir (Foto: Fajar Nugraha/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengungkapkan bahwa paspor atas nama warga negara Indonesia (WNI) terduga militan yaitu Muhammad Ilham Syahputra pernah ditemukan di Marawi pada April lalu.
 
"Nama orang yang beredar itu pernah ditemukan pada April kemarin. Tapi sampai sekarang, kami minta paspor itu, tidak diberikan," kata Arrmanatha dalam press briefing di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis 2 November 2017.
 
 
Berdasarkan laporan, orang atas nama paspor tersebut sudah meninggal bertempur di Marawi. KJRI Davao, kala itu, sudah pernah melakukan verifikasi jenazah, tapi tidak ditemukan.
 
Terkait penangkapan WNI terduga militan Maute ini, Kemenlu sudah memanggil Kuasa Usaha atau Wakil Duta Besar Kedutaan Besar Filipina di Jakarta untuk menjelaskan dan memberikan informasi soal WNI tertangkap tersebut.
 
"Sampai pagi ini, KBRI Manila maupun KJRI Davao belum mendapatkan notifikasi konsuler resmi dari Filipina terkait WNI terduga militan ditangkap. Hanya informasi formal yang kita dapat," ungkap Arrmanatha.
 
Duta Besar RI untuk Filipina, Johnny Lumintang juga mengungkapkan hal yang sama di mana KBRI Manila harus mengonfirmasi secara pasti kabar tertangkapnya WNI itu.
 
 
"Kami masih berkoordinasi dengan semua unsur di Filipina. KBRI mengimbau agar jangan salah informasi karena sering sekali salah soal info WNI yang terkait militan," tegas Dubes Johnny kepada Metrotvnews.com, kemarin.
 
Kepala Polisi wilayah Lanao del Sur, John Guyguyon dalam konferensi persnya Rabu 1 November menyebutkan bahwa WNI tersebut masuk ke Filipina pada November 2016 dan diajak oleh kelompok Isnilon Hapilon yang bersama Maute menguasai wilayah Marawi.
 
Isnilon Hapilon dan Omar Maute, keduanya merupakan pemimpin kelompok Maute, dikabarkan tewas dibunuh pekan lalu. Mahmud Ahmad dari Malaysia, yang diduga mendanai para militan ini, juga dikabarkan tewas.



(FJR)