Keramahan Kim Yo-jong Memikat Media

Arpan Rahman    •    Senin, 12 Feb 2018 10:25 WIB
korea utarakorea selatan
Keramahan Kim Yo-jong Memikat Media
Kim Yo-jong (tengah) bersama Presiden Korsel Moon Jae-in (kanan) di Seoul, 11 Februari 2018. (Foto: AFP/YONHAP)

Pyeongchang: Di tengah sorotan kamera jurnalis, Kim Yo-jong berhasil melewati kerumunan orang dengan dikelilingi sekelompok pengawal. Saat dia berjalan melewati ruangan, dia relatif tenang dan selalu tersenyum.

Adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un itu sudah menjadi pusat perhatian sejak tiba di Korea Selatan. Kunjungannya selama tiga hari menjadi bagian sejarah upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang pada Jumat 9 Februari 2018.

Sebagai utusan saudara laki-lakinya, dia ditugaskan menunjukkan sisi lembut rezim Korut, yang dikenal buruk karena dituduh melakukan serangkaian pelanggaran hak asasi manusia dan mengembangkan program senjata nuklir.

Strategi tersebut sejauh ini berhasil dilakukan rezim Korut di media Korsel. Kengerian yang diperlihatkan sang kakak, ayah, dan kakeknya sama sekali tidak terlihat dari sosok Kim Yo-jong di tengah sorotan media Korsel dan internasional.

"Dia terlihat bugar dan tampak gesit, dibandingkan dengan saudara laki-laki dan anggota keluarga lainnya," tulis Oh Young-jin, editor pelaksana Korea Times.

"Kunjungan Kim Yo-jong efektif di bidang hubungan masyarakat Korut, mengingat kakaknya dikenal sebagai diktator kejam yang menyuruh agen membunuh kakaknya sendiri dengan racun di siang hari di bandara internasional, dan juga membunuh pamannya dengan senjata anti-pesawat," sambungnya seperti dikutip Guardian, Minggu 11 Februari 2018.

Kantor berita CNN menyatakan bahwa Kim Yo-jong "mencuri pertunjukan di Olimpiade Musim Dingin." Sementara BBC mengatakan Korut berada dalam melancarkan "serangan dengan menggunakan pesona (Kim Yo-jong)."

Saat makan malam di hotel mewah di dekat lokasi Olimpiade, media setempat melaporkan bahwa dia "mengenakan jaket berwarna merah anggur dan celana hitam." Sejumlah pihak di Korsel menyandingkan sosoknya dengan Ivanka Trump, ibu negara AS yang akan menghadiri upacara penutupan Olimpiade.

Kim Yo-jong hadir tanpa pemberitahuan dalam pertandingan olahraga hoki untuk menghibur tim Korea yang terdiri dari pemain gabungan Utara dan Selatan. Dari situ, dia menyampaikan undangan kepada Presiden Korsel Moon Jae-in untuk mengunjungi Pyongyang.


Kim Jong-un. (Foto: KCNA/AFP)

Tidak Mengubah Apapun

Namun, sebagian warga Korsel masih skeptis terhadap keluarga Kim.

"Saya mendukung tim hoki karena kami (utara dan selatan) adalah orang yang sama-sama Korea, tapi Kim Jong-un dan para pemimpinnya adalah orang jahat," kata Hwang Min-ho, 22, yang sedang menonton pertandingan dari sebuah pub yang ramai di kota terdekat. 

"Perang akan membunuh terlalu banyak orang Korut yang tidak bersalah, tapi Kim Jong-un dan keluarganya adalah musuh kita dan kita perlu berperang," urainya.

Setelah Kim Yo-jong menjadi sorotan di Korsel, sejumlah pengamat menilai kilauan yang diperkirakan Korut itu bisa dengan cepat hilang.

"Orang Korut itu negosiator tangguh. Kemungkinan mereka akan mengubah sikap usai Olimpiade berkisar di angka nol persen," ujar Robert Kelly, profesor politik di Universitas Nasional Pusan, mengatakan. 

"Perundingan (damai dengan Korsel) akan menjadi seperti biasa: bernada keras dengan dimotori ketidakpercayaan mendalam," lanjut dia.

Olimpiade "tidak akan mengubah apa pun kecuali atmosfer ketegangan -- dan itu hanya berlangsung singkat", tambahnya. Ia menilai saat latihan militer gabungan AS-Korsel dilanjutkan nanti, hubungan kedua Korea akan kembali memburuk.


(WIL)


62 Militan Al-Shabab Tewas Dihantam Serangan AS

62 Militan Al-Shabab Tewas Dihantam Serangan AS

10 hours Ago

Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan telah menewaskan 62 anggota kelompok militan Al-Shabab…

BERITA LAINNYA