Presiden Filipina Akui Pernah Membunuh saat Remaja

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 10 Nov 2017 18:43 WIB
filipina
Presiden Filipina Akui Pernah Membunuh saat Remaja
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (kemeja putih) mengaku pernah membunuh (Foto: AFP).

Da Nang: Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menuturkan bahwa dia pernah menikam seseorang hingga tewas saat remaja. Pernyataan ini diungkapkan dalam pidato kampanye 'perang narkoba' yang dilakukannya.

Berbicara kepada komunitas di Vietnam, Duterte bahkan mengancam akan menampar pelapor hak asasi manusia (HAM) PBB jika bertemu. Pasalnya, pelapor HAM PBB tersebut mengkritik keras aksinya memerangi narkoba.

"Ketika saya masih remaja, saya dapat masuk dan keluar penjara. Saya akan bergemuruh di sini dan di sana. Pada usia 16, saya sudah membunuh seseorang. Saya menusuk dia. Saat itu, saya masih 16 tahun," kata dia, seperti dilansir dari laman The Guardian, Jumat, 10 November 2017.

Duterte yang memenangkan suara pada pemilihan umum presiden tahun lalu mengatakan bahwa dirinya hanya menepati janji kampanye pada masyarakatnya. Sejak dia menjabat, hampir 4ribu orang tewas karena diduga pengedar dan pengguna narkoba.

Sebelumnya, Duterte mengatakan menawarkan diri menjadi tuan rumah konferensi HAM internasional. Pernyataan ini disampaikan Duterte dalam konferensi pers di sela-sela pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasific (APEC) di Vietnam. Dia menuturkan, konferensi tersebut seharusnya fokus pada kekerasan di seluruh dunia, tak hanya di Filipina saja.

"Mari kita menjadi puncak untuk melindungi hak asasi manusia bagi seluruh umat manusia," tuturnya.

"Apa yang kami buat, kematian orang-orang di Filipina lebih penting dibanding pembantaian anak-anak lain di dunia," imbuhnya.

Duterte menyebutkan, semua korban pelanggaran hak asasi manusia dipersilakan menghadiri pertemuan puncak tersebut dan menyampaikan keluhannya.



(FJR)