Transfer Minyak ke Korut, Kru Tanker Diinterogasi

Willy Haryono    •    Sabtu, 30 Dec 2017 15:45 WIB
korea utara
Transfer Minyak ke Korut, Kru Tanker Diinterogasi
Kapal Lighthouse Winmore di perairan Korsel, 29 Desember 2017. (Foto: AFP/YONHAP)

Seoul: Kru dari kapal Hong Kong diinterogasi di Korea Selatan, usai tanker mereka disita otoritas setempat pada November lalu karena memindahkan muatan minyak ke sebuah kapal Korea Utara. 

Pemindahan produk minyak itu dinilai melanggar sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap Korut.

Disewa sebuah perusahaan Taiwan, kapal Lighthouse Winmore ditahan bea cukai Korsel di pelabuhan Yeosu pada 24 November. 

"Sejak saat itu, tim inspeksi naik ke kapal dan menginterogasi para kru," ujar seorang petugas bea cukai Korsel kepada AFP, Sabtu 30 Desember 2017. 

Lighthouse Winmore memiliki 25 kru, termasuk 23 asal Tiongkok dan dua Myanmar. Otoritas Korsel tidak menyebut apakah 23 orang itu berasal dari pulau utama Tiongkok atau Hong Kong. 

Baca: Korsel Sita Minyak yang Ditransfer ke Kapal Korut

Hasil dari interogasi akan diserahkan ke komite sanksi Dewan Keamanan PBB. Lighthouse Winmore adalah satu dari sepuluh kapal yang dimninta Amerika Serikat (AS) untuk dilarang beroperasi di pelabuhan-pelabuhan internasional.

Sebelumnya, kapal tersebut pernah ke Yeosu pada 11 Oktober untuk mengambil minyak asal Jepang, dan bertolak ke tujuan akhirnya di Taiwan. Namun alih-alih ke Taiwan, kapal itu justru memindahkan muatan minyaknya ke kapal berbendera Korut, Sam Jong 2 dan tiga kapal lainnya di perairan internasional.

"Ini merupakan kasus khusus yang menunjukkan Korut berusaha menghindari sanksi PBB dengan menggunakan jaringan ilegal," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korsel.


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

1 day Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA