Bangladesh Pesimistis Rohingya Bisa Pulang ke Myanmar

Willy Haryono    •    Rabu, 07 Mar 2018 18:18 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Bangladesh Pesimistis Rohingya Bisa Pulang ke Myanmar
Seorang anak pengungsi Rohingya di kamp Thankali di distrik Ukhia, Bangladesh, 22 Januari 2018. (Foto: AFP/MUNIR UZ ZAMAN)

Dhaka: Seorang menteri senior Bangladesh pesimistis proses repatriasi sekitar 750 ribu Rohingya ke Myanmar tidak akan berhasil, meski kedua negara telah membuat perjanjian pemulangan tahun lalu. 

Menteri Keuangan A.M.A Muhith mengatakan perjanjian Myanmar dengan Bangladesh pada November 2017 kemungkinan gagal karena beragam alasan.

"Saya tidak yakin para Rohingya ini bisa dipulangkan. Alasan pertama adalah Burma hanya mau menerima sedikit, dan kedua para pengungsi itu tidak akan mau pulang karena takut dipersekusi," ujar Muhith menggunakan nama lain dari Myanmar, seperti dilansir AFP, Rabu 7 Maret 2018.

Berkukuh repatriasi ini harus dilakukan, Bangladesh menyerahkan kepada Myanmar daftar berisi 8.000 nama Rohingya yang akan dipulangkan. Namun hingga kini kelanjutan mengenai teknis pemulangan belum dapat dipastikan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sejumlah grup hak asasi manusia mengingatkan kondisi keamanan Myanmar saat ini belum ideal untuk repatriasi Rohingya.

Para pengungsi Rohingya di Bangladesh juga menolak pemulangan, dengan alasan utama adalah takut terluka atau kehilangan nyawa di tangan operasi militer Myanmar. 

Eksodus ratusan ribu Rohingya dari Myanmar ke Bangladesh ini dipicu penyerangan pos polisi di Rakhine oleh militan ARSA pada 25 Agustus. Militer Myanmar membalas serangan itu dengan operasi besar-besaran di Rakhine yang berimbas buruk pada Rohingya.

Di bawah perjanjian repatriasi Myanmar dan Bangladesh, gelombang pertama dari 750 ribu pengungsi akan mulai menyeberangi perbatasan pada akhir Januari.

Namun proses ini tersendat, dengan aksi saling menyalahkan antar Myanmar dan Bangladesh mengenai kurangnya persiapan teknis.

Baca: Repatriasi Rohingya Tertunda, Myanmar Salahkan Bangladesh

 


(WIL)