Gelar Perkara Siti Aisyah, Pengacara Endus Kejanggalan

Sonya Michaella    •    Kamis, 09 Nov 2017 18:32 WIB
perlindungan wni
Gelar Perkara Siti Aisyah, Pengacara Endus Kejanggalan
Siti Aisyah dituduh membunuh Kim Jong-Nam (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Jakarta: Sidang lanjutan tersangka pembunuh Kim Jong-nam, kakak tiri dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kembali digelar hari ini. Siti Aisyah asal Indonesia dan Doan Thi Huong asal Vietnam kembali menerima dakwaan.

"Ini minggu kelima persidangan di Mahkamah Tinggi. Hari ini gelar perkara. Ada sembilan saksi, dokter medis, polisi, dokter yang memeriksa post mortem, dan ahli yang memeriksa barang bukti yang menyebut racun itu zat VX," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal.

(Baca: Pengacara Siti Aisyah Sesalkan Jaksa Tak Sebut 4 Tersangka Korut).

Berbicara di kantor Kemenlu RI, Kamis 9 November 2017, Iqbal menuturkan, ada pemeriksaan ke petugas investigasi atau penyidik yang memeriksa CCTV dan juga menyimpulkan bahwa racun yang menewaskasn Jong-nam adalah zat VX.

"Sidang akan dilanjutkan pekan depan selama empat hari yaitu Senin sampai Kamis dan ada break sepekan kemudian lanjut lagi di akhir November. Kami terus mendampingi Siti dan saran juga masukan untuk tim pembela, memberi bukti-bukti tambahan," ujar Iqbal.

"Ada tim ahli juga yang kami intens berkonsultasi, khusus mendampingi pembela dari berbagai latar belakang," lanjut dia.

Iqbal menambahkan, pengacara Siti Aisyah, Gooi, menolak bukti yang diajukan penyelidik yang ditetapkan statusnya sebagai barang bukti. Namun ia menolak karena belum dilakukan cross examination atau pemeriksaan silang.

"Ya contohnya rekaman CCTV yang ada empat orang Korut itu. Tiga di antaranya sudah dimintai keterangan oleh Kedubes Korut di Kuala Lumpur. Tapi Gooi merasa keterangan itu berbeda-beda," ujar dia lagi.

Dua tersangka, Siti Aisyah asal Indonesia dan Doan Thi Huong asal Vietnam mengaku ditipu empat pria asal Korut yang tidak disebutkan oleh jaksa.

Mereka diduga kuat melarikan diri ke Korut, setelag sebelumnya sempat ada di Jakarta. Siti dan Doan mengaku hanya menjalani syuting adegan acara reality show dan mereka berdua dibayar.

 
 


(FJR)