RI-Malaysia Dorong Pembahasan Teknis Terkait Perbatasan Selat Malaka

Sonya Michaella    •    Rabu, 22 Nov 2017 17:23 WIB
indonesia-malaysia
RI-Malaysia Dorong Pembahasan Teknis Terkait Perbatasan Selat Malaka
Presiden RI Joko Widodo bersama Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. (Foto: MOHD RADZI BUJANG/New Strait Times)

Kuching: Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berbagi pemahaman yang sama mengenai Batasan Laut Teritorial Sementara di bagian paling selatan Selat Malaka.

Mereka juga mendorong Technical Meeting atau pembahasan teknis untuk mengintensifkan upaya menyimpulkan negosiasi tentang perbatasan laut teritorial bagian selatan Malaka itu. 

"Kedua pemimpin juga menyambut baik kemajuan dari Utusan Khusus dan upaya-upayanya untuk menemukan solusi damai dari masalah perbatasan," tulis pernyataan resmi dari Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia kepada Metrotvnews.com, Rabu 22 November 2017.

Baik Jokowi maupun Najib sama-sama ingin menegaskan bahwa langkah-langkah damai dan mengintensifkan usaha untuk menyelesaikan perbatasan maritim antar kedua negara harus terus dilakukan.

Mereka juga menyambut baik kemajuan positif yang dicapai pada masalah demarkasi, yang disepakati saat penandatanganan MoU tentang Demarkasi dan Survei terhadap Batas Internasional No. 20 selama Pertemuan ke 41 Bersama Malaysia- Indonesia Boundary Committee (JMI) di Selangor, Malaysia dari tanggal 6 sampai 7 Juni 2017.

Jokowi dan Najib juga menugaskan Komite Batas Bersama Indonesia-Malaysia untuk mempercepat finalisasi MoU lainnya pada segmen terkait dalam kaitannya dengan joint demarkasi dan survei, baik di Kalimantan Barat-Sarawak dan Kalimantan Utara-Sabah.

Dalam pertemuan ini, urgensi penyelesaian masalah perbatasan juga dibahas di mana mereka berdua mendorong para pejabat untuk mempertahankan momentum konstruktif agar bisa diterima dalam Posisi Batas Masalah (OBPs) terutama lima OBP di Kalimantan Utara (Indonesia) dan Sabah (Malaysia). 

Finalisasi OBP ini akan memberikan kepastian hukum bagi kedua belah pihak untuk mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan di daerah perbatasan.

Jokowi dan Najib juga sepakat bahwa komitmen untuk menerapkan kata-kata yang ada di MoU tidak hanya harus dicapai pada tingkat tertinggi tapi juga di tingkat kerja semua agensi kelautan Malaysia dan Indonesia untuk menjamin kesejahteraan nelayan.


(FJR)