Kepulauan Solomon Hormati Integritas Teritorial NKRI

Fajar Nugraha    •    Kamis, 22 Sep 2016 13:50 WIB
sidang majelis umum pbb 2016
Kepulauan Solomon Hormati Integritas Teritorial NKRI
Menlu Kep. Solomon pertegas dukungan terhadap NKRI (Foto: Dok.Kemenlu RI)

Metrotvnews.com, New York: Kepulauan Solomon menegaskan terus menghormati integritas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini disampaikan oleh Menlu Kep. Solomon saat melakukan pertemuan dengan Menlu Retno Marsudi di New York, Amerika Serikat (AS).
 
"Prinsip saling menghormati integritas territorial dan prinsip non-interference pada urusan dalam negeri masing-masing negara harus selalu dijunjung tinggi dalam menjalankan hubungan bilateral," ucap Menlu Retno menanggapi pernyataan Menlu Solomon Island George Milner Tozaka, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI, yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (22/9/2016).
 
Menlu Tozaka sebelumnya menegaskan bahwa negara Kepulauan Solomon menghormati integritas teritorial NKRI dan Piagam PBB mengenai non-interference. Hal ini disampaikannya  pada pertemuan bilateral kedua Menlu di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-71 di New York, Amerika Serikat, 20 September.
 
Kedua Menlu sepakat mengenai pentingnya untuk terus perkuat kerja sama kedua negara tidak saja secara bilateral tetapi juga di forum Melanesian Spearhead Group (MSG) dan PIDF. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pembangunan selain di Kepulauan Solomon namun juga di kawasan pasifik secara keseluruhan. 
 
"Indonesia adalah negara besar yang akan memberikan perhatian bagi negara-negara di Pasifik guna terus mendorong pembangunan kawasan yang lebih baik," tegas Menlu. 
 
Pada berbagai pertemuan bilateral sebelumnya, Indonesia dan Kepulauan Solomon telah sepakat untuk mendorong kerja sama di bidang ekonomi, sosial budaya, dan kerja sama teknis. Terdapat beberapa potensi kerja sama perdagangan dan investasi seperti di bidang kelapa sawit, perikanan, produk makanan dan aluminium.  
 
Selain itu, Indonesia dan Kepulauan Solomon juga sedang terus membahas upaya pembentukan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang Kerja sama Pembangunan, Bebas Visa Paspor Diplomatik dan Dinas, Kerja sama Pendidikan dan Kebudayaan serta Kerja sama Perhubungan.
 
Selain bidang ekonomi, Indonesia dan Kepulauan Solomon juga terus meningkatkan kerja sama pembangunan dan teknis. Sejak Oktober 1999 hingga akhir 2015, dari Kepulauan Solomon telah mengirimkan 95 peserta untukmengikuti program BSBI, Darmasiswa, dan peningkatan kapasitas bidang pertanian, peternakan, renewable energy, navigasi, perikanan, diplomatik, jurnalistik serta UKM.
 
Dalam pertemuan, Menlu Retno mengundang Menlu Kepulauan Solomon untuk hadir pada pertemuan Bali  Democracy Forum di Bali pada awal Desember 2016.
 
Indonesia adalah mitraekspor Kepulauan Solomon ke 16 dan mitraimpor keenam, adapun total nilai perdagangan RI-Kepulauan Solomon pada 2015 adalah Rp20,43 juta, dan pada 2014, Rp23,98 juta. Ekspor Indonesia ke Kepulauan Solomon mencapai Rp16,12 Juta pada 2015 dan Rp20,33 Juta pada 2014.
 



(FJR)