Kamboja Terinspirasi Kemajuan Demokrasi Indonesia

Fajar Nugraha    •    Selasa, 04 Dec 2018 14:33 WIB
bali democracy forumIndonesia-Kamboja
Kamboja Terinspirasi Kemajuan Demokrasi Indonesia
Menlu Retno Marsudi membahas demokrasi dengan Menlu Kamboja Prak Sokhonn di Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).

Jakarta: Kamboja merampungkan pemilihan umum pada Juli 2018 yang memenangkan kembali posisi Hun Sen, sebagai perdana menteri. Hasil pemilu itu membuahkan keraguan jalan demokrasi di Kamboja, khususnya dari pihak Barat.

Baca juga: Indonesia-Kamboja Kerja Sama Penguatan Demokrasi.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn menggambarkan perjalanan demokrasi di negaranya kepada Menlu Retno Marsudi. Ada kesadaran dari mereka untuk memperbaiki proses demokrasi di negara itu.

“Dari Kamboja juga ada kesadaran untuk terus memperbaiki demokrasi. Menlu Kamboja menyampaikan (kepada Menlu Retno), mereka memberikan ruang lebih untuk dialog dengan CSO (civil society organization/masyarakat madani). Progress itu mereka tempuh, tetapi tidak dengan di impose nilai-nilai demokrasi yang asing buat mereka,” ujar Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Denny Abdi, di Kantor Kemenlu RI, Selasa, 4 Desember 2018.

Denny menjelaskan bagaimana Menlu Retno menyebutkan kepada Menlu Sokhonn mengenai Bali Democracy Forum (BDF) pada 6-7 Desember. “Di BDF ini kan yang dibahas home grown democracy, setiap negara dengan negara lain kan tidak bisa dipaksakan. Musti dilihat local value-nya seperti apa,” imbuhnya.

Sementara dalam keterengannya Menlu Retno menyampaikan bagaimana demokrasi bisa sukses di Indonesia dan juga berbagai informasi persiapan pemilu di Indonesia. “Indonesia yakin bahwa demokrasi tetap merupakan cara terbaik untuk melayani masyarakat,” ujar Menlu Retno usai sidang komisi bersama dengan Menlu Kamboja Prak Sokhonn, di Gedung Pancasila, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018.

Mengenai laju demokrasi di Indonesia, Denny mengungkapkan sikap Kamboja yang senang dengan cara Indonesia yang membantu tetapi tidak melakukan intervensi. “Mereka selalu nyaman dengan pendekatan kita. Karena kita lecturing (menggurui), tidak mengata-ngatai. Tetapi kita coba memahami dan kemudian memberikan contoh, kita kan demokrasinya berkembang,” jelasnya.

“Kita selalu berevolusi dengan kemajuan demokrasi kita. Ini yang dilihat Kamboja, mereka kan juga membandingkan demokrasi di dalam dengan luar negeri. Kalau dengan demokrasi barat mungkin jauh untuk mencontohkan seperti itu, tetapi dengan Indonesia  mereka bisa membayangkan,” imbuh Denny.

“Kita tidak mengintervensi. Tetapi kita senang teman kita melihat demokrasi Indonesia cukup maju, membuka diri atas langkah yang dilakukan Indonesia memajukan demokrasi. Mereka sepertinya terinspirasi dengan Indonesia,” pungkas Denny.


(FJR)